
JoSS, SEMARANG – Kepala Program Studi Manajemen Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang Ratih Pratiwi S.Pd M.Si M.M mengatakan dari hasil evaluasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) banyak perusahaan yang ingin melanjutkan program kerja sama.
Ratih menuturkan dalam pelaksanaan evaluasi menunjukkan perusahaan yang menjadi mitra magang mahasiswa Unwahas mengaku puas dengan kinerja mahasiswa, para perusahaan tersebut menyambut baik dan ingin melanjutkan kerja sama.
Untuk diketahui, Kaprodi Manajemen Ratih Pratiwi beberapa waktu lalu memimpin evaluasi program MBKM di Prodi Manajemen Universitas Wahid Hasyim yang pada semester Genap 2021/ 2022 yang diikuti oleh 30 mahasiswa dalam berbagai kegiatan baik yang dilaksanakan oleh Kemendikbud Ristek maupun oleh Internal Universitas Wahid Hasyim Semarang
“Evaluasi program MBKM dilaksanakan dua kali, di pertengahan program dan akhir program. Hasil evaluasi bahwa banyak perusahaan yang menjadi mitra magang berkeinginan mahasiswa meneruskan programnya di perusahaan tersebut,” katanya kepada JoSS.co.id.
Lebih lanjut Ratih menjelaskan target pelaksanaan evaluasi MBKM tersebut adalah mampu memenuhi indikator kinerja utama prodi dan mengikuti kebijakan dari menteri pendidikan terkait dengan pelaksanaan program alternatif pembelajaran yang berbentuk 8 kegiatan antara lain pertukaran pelajar; magang atau praktik kerja; asistensi mengajar; penelitian atau riset; proyek kemanusiaan; kegiatan wirausaha; studi/proyek kemanusiaan; dan KKN tematik.
Selain itu kegiatan ini sebagai sarana atau wadah pengasahan soft skill mahasiswa menuju pada kompetensi yang optimal. “Evaluasi MBKM untuk mengetahui sejauh mana pencapaian indikator kinerja utama prodi yang selaras dengan kebijakan pemerintah. Kegiatan ini juga sebagai sarana untuk mengasah mahasiswa menuju kompetensi yang optimal dan nantinya bisa bersaing saat memasuki dunia kerja,” jelas Ratih
Dalam pelaksanaan MBKM ini, Ratih menuturkan sejumlah kendala yang dihadapi di antaranta masih terbatasnya mitra kerjasama dalam program kegiatan yang sudah dirangkai oleh program studi manajemen.
Meski demikian, kegiatan ini terus didorong dan dioptimalkan, serta didukung melalui kebijakan-kebijakan yang telah disahkan oleh Rektor.
Kedepan Kaprodi Manajemen Unwahas ini berharap, semakin banyaknya mitra kerja sama prodi dan juga animo mahasiswa yang terus meningkat, sehingga program alternatif pembelajaran dapat terlaksana dengan optimal.
“Kami berharap, ke depan semakin banyak perusahaan yang bermitra dan bekerjasama dengan program studi sehingga program alternatif pembelajaran ini dapat terlaksana dengan optimal,” pungkasnya.
Sekedar informasi, pada tahun 2020 lalu, Nadiem Anwar Makarim Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) kembali meluncurkan kebijakan MBKM. Program ini secara umum memberikan kesempatan bagi mahasiswa sesuai dengan potensi yang dimilikinya dengan terjun langsung ke dunia kerja.
Mahasiswa akan diberikan kemerdekaan untuk merancang masa depan sesuai dengan aspirasi karir yang diinginkan.
Oleh karena itu, menjadi penting untuk para mahasiswa sebagai agent of change and social control mengenal lebih dekat Kampus Merdeka terutama tentang bagaimana bentuk implementasiannya di Universitas Wahid Hasyim Semarang.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi Bab II Pasal 18 yang menyebutkan bahwa; pemenuhan masa dan beban belajar bagi mahasiswa program sarjana atau program sarjana terapan dapat dilaksanakan dengan cara:
Mengikuti seluruh proses pembelajaran dalam program studi pada perguruan tinggi sesuai masa dan beban belajar; atau
Mengikuti proses pembelajaran di dalam program studi untuk memenuhi sebagian masa dan beban belajar dan sisanya mengikuti proses pembelajaran di luar program studi.
Di antara program pokok MBKM yaitu memberikan hak belajar 3 semester bagi mahasiswa di luar program studi. Tiga semester yang dimaksud berupa 1 semester kesempatan mengambil mata kuliah di luar program studi dan 2 semester melaksanakan aktivitas pembelajaran di luar perguruan tinggi.
Melalui Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai rumpun keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi lulusan, baik soft skills maupun hard skills, agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman, menyiapkan lulusan sebagai pemimpin masa depan bangsa yang unggul dan berperadaban. (lna)

Leave a Reply