Profil Bagas, Atlet Panahan Peraih Emas SEA Games 2021 Asal Jatinom Klaten

Bagas, Atlet Panahan Peraih Emas SEA Games 2021 Asal Jatinom Klaten
Alviyanto Bagas Prastyadi Atlet Panahan Peraih Emas SEA Games 2021 Asal Jatinom Klaten (Dok. nocindonesia.id)

NAMA Alviyanto Bagas Prastyadi menjadi perbincangan warganet setelah atlet cabang olahraga panahan asal Klaten ini mampu menyumbangkan emas bagi kontingen Indonesia pada SEA Games 2021 (2022) di Vietnam.

Pemuda asal Jatinom, Alviyanto Bagas Prastyadi yang tampil bersama dua atlet panahan Indonesia cabang panahan nomor recurve beregu putra.

Tim panahan putra Indonesia penyumbang medali emas digawangi Riau Ega Agatha Salsabila, Arif Dwi Pangestu, dan Alviyanto Bagas Prastyadi. Bagas dan kawan-kawan mampu mengungguli tim tuan rumah pada final nomor recurve beregu putra yang digelar Rabu (18/5/2022).

Bagas merupakan warga Dukuh/Desa Bonyokan, Kecamatan Jatinom, putra pasangan Suyamto dan Kusmiyati. Ibunda Bagas, Kusmiyati, bersyukur dengan prestasi putranya yang menyumbangkan medali emas pada SEA Games bersama tim panahan putra Indonesia.

”Alhamdulillah, akhirnya bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Harapan saya kepada Bagas tetap semangat, semoga pada event yang akan datang bisa lebih baik lagi. Jangan mudah berpuas diri karena perjalanan masih jauh. Insyaallah Olimpiade 2024 bisa milik Bagas,” kata Kusmiyati, Rabu (18/5/2022) sebagaimana dilansir dari solopos.com.

Pelatih Bagas di kampung halaman, Esti Setyaningsih, juga menyampaikan medali dari nomor beregu itu menjadi medali pertama yang diperoleh Bagas dari SEA Games. Esti juga mengikuti pertandingan final panahan beregu melalui live Instagram, Rabu.

Esti menjelaskan Bagas tampil bersama timnya yang tampil saat Olimpiade 2020 lalu. “Yang menonton itu rasanya justru lebih mules,” ungkap dia.

Esti yang dekat dengan keluarga Bagas mengatakan selama SEA Games terus memantau perkembangan tim panahan Indonesia, terutama perkembangan Bagas. Perjalanan Bagas di SEA Games penuh drama. Saat tahap kualifikasi, peralatan Bagas mengalami kendala lantaran sempat hujan.

“Kemarin saat kualifikasi alat trouble karena di sana hujan. Dalam tim, Mas Bagas menjadi orang ketiga. Sementara, pada tahap kualifikasi untuk perorangan hanya diambil dua orang terbaik per negara. Akhirnya peluang Mas Bagas hanya di beregu saja. Alhamdulillah, Mas Bagas di beregu berhasil [mendapatkan medali emas],” kata Esti.

Selama Pelatnas maupun ketika berlaga di SEA Games, Esti mengaku tak berkomunikasi langsung dengan Bagas. Melalui Kusmiyati, Esti berpesan agar Bagas tetap fokus.

“Waktu Pelatnas berusaha tidak bertanya apapun karena di sana sudah ditangani pelatih terbaik. Komunikasi dengan keluarga dan ibunya kerap menyampaikan kepada saya. Ya kalau komunikasi itu yang diceritakan lucu-lucu. Seperti soal adiknya karena Mas Bagas punya adik yang berumur enam bulan. Mas Bagas selalu menanyakan perkembangan adiknya,” ungkap Esti.

Esti membenarkan ayah Bagas bernama Suyamto sebelumnya bekerja sebagai penjaga malam di SDN 2 Bonyokan. Namun, Suyamto sudah meninggal dunia sekitar enam bulan lalu.

“Waktu Pelatnas, Bagas sempat diminta pulang karena bapaknya kritis. Akhirnya ayah Mas Bagas meninggal dunia. Selang 35 hari kemudian, adiknya lahir. Memang ujiannya Mas Bagas seperti itu,” kata Esti.

Lebih lanjut, Esti mengatakan prestasi Bagas dan kawan-kawan pada tim panahan yang berhasil menyumbangkan medali emas sangat membanggakan bagi keluarga.

“Mudah-mudahan prestasi Bagas ini memacu atlet panahan junior di Klaten. Semoga prestasi Mas Bagas bisa memacu prestasi atlet panahan di Klaten,” ujar dia.

Sebagai informasi, Bagas menjadi salah satu wakil Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. Namun, pada gelaran pesta olahraga terbesar di dunia itu Bagas belum bisa menyumbangkan medali. Pada PON XX Papua yang digelar pada 2021 lalu, Bagas menjadi salah satu wakil Jawa Tengah dan menyumbangkan medali perak.

“Olimpiade kemarin sebagai try out karena itu baru kali pertama. Ibaratnya cari pengalaman. Kemudian di PON XX kemarin dia kebetulan mendapatkan perak. Saat pertandingan PON kemarin kondisinya tidak fit. Setelah pertandingan PON itu diketahui dia positif Covid-19,” jelas Esti.

Lebih lanjut, prestasi pada SEA Games menjadi pelecut Bagas untuk terus berprestasi. Dia juga berpesan agar Bagas tak berpuas diri dan tetap fokus dengan apa yang dia cita-citakan. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*