Penataan Sumbu Filosofi Yogyakarta Akan Berkiblat Pada Kawasan Edinburgh di Skotlandia

Kawasan Edinburgh di Skotlandia
Penataan Sumbu Filosofi Yogyakarta Akan Berkiblat Pada Kawasan Edinburgh di Skotlandia (jogjaprov.go.id)

JoSS, JOGJA – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan penataan sumbu filosofis Jogja bakal berkiblat pada Edinburgh, Skotlandia. Untuk itu, pengawasan sumbu filosofi Yogyakarta sebagai kawasan yang telah diajukan sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda pada UNESCO harus berlangsung kontinu.

Kawasan sumbu filosofi Yogyakarta yang dimaksud Sultan Hamengku Buwono X berbentuk garis imajiner yang menghubungkan laut selatan, Panggung Krapyak, Kraton Yogyakarta, Malioboro, Tugu Yogyakarta, hingga Gunung Merapi.

“Pengawasan kawasan sumbu filosofi membutuhkan dukungan berbagai pihak. Contoh Edinburgh, Skotlandia,” kata Sultan di sela pertemuan dengan pengurus baru Dewan Kebudayaan DI Yogyakarta di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (23/5/2022).

Dia menambahkan kawasan Edinburgh di Skotlandia memiliki banyak bangunan bersejarah dan kastil tua. Edinburgh yang juga disebut sebagai tempat lahirnya inspirasi film Harry Potter, itu menjadi rujukan Sultan Hamengku Buwono X karena penataannya.

“Di Edinburgh, walaupun kepemimpinan di sana berpindah tangan, peraturan yang berlaku tetap sama,” kata Sultan.

Di kaPenataanwasan kota lama misalkan, menurut Sultan, dilarang memasang papan nama hotel dan apartemen. “Peraturan seperti itu terus dipatuhi dan dijaga bersama,” kata Sultan. Pengawasan di kawasan bersejarah seperti Edinburdgh, dia melanjutkan, tentu bukan kerja satu pihak, melainkan banyak pihak.

“Ada sinergi yang menggambarkan dukungan kuat, baik dari pemerintah, masyarakat, dan swasta untuk turut menjaga kawasan cagar budaya,” kata Sultan, seperti dilansir dari tempo.co.

Sementara itu, untuk pengawasannya, Sultan HB X mengatakan, bisa menyertakan peran sektor swasta dalam mengkajinya.

Menurut Sultan, pelestarian budaya, termasuk di dalamnya aset-aset sejarah bukan hal mudah. Dalam pelaksanaannya diperlukan kerja sama dan koordinasi lintas kabupaten/kota se-Yogyakarta.

Caranya, dengan menyamakan narasi dan tema program kebudayaan. Sultan berharap Dewan Kebudayaan dapat mensinkronisasi kerja lintas kabupaten/kota di Yogyakarta.

“Bagaimana mungkin masyarakat menikmati pembangunan berkelanjutan kalau setiap tahun ada tema yang berbeda setiap provinsi dan kabupaten punya tema sendiri-sendiri,” kata Sultan.

Contoh upaya penataan kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta adalah dengan merelokasi seluruh pedagang kaki lima dari trotoar Malioboro pada Februari dan Maret 2022.

“Relokasi PKL ini bertujuan menata sumbu filosofi Yogyakarta,” kata Sultan Hamengku Buwono X. Langkah tersebut sekaligus memberikan kepastian kepada para pedagang kaki lima atau PKL dalam mengembangkan usaha di tempat yang lebih permanen. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*