Pemanfaatan Lahan kosong Untuk Budidaya Ikan Nila

Masa panen ikan nila
ilustrasi Kolam ikan Nila (Foto: Fitra Rama Dhany)
Fitra Rama Dhany, mahasiswa FE Manajemen UNWAHAS, Semarang

DIDORONG oleh keadaan yang saat ini tengah melanda masyarakat Indonesia, virus covid-19 seperti menjadi momok bagi kebanyakan orang terutama bagi para pelaku bisnis. Usaha yang dijalankan seakan tersendat bahkan terpaksa berhenti karena terkendala oleh aturan yang mempersempit transaksi jual beli. Hal tersebut menjadi pukulan yang cukup berat bagi para pelaku bisnis, memutar otak untuk tetap dapat menghasilakan pundi-pundi uang tanpa mengabaikan aturan yang ada, sehingga berbagai ide bisnis mulai bermunculan.

Begitu banyak ide-ide bisnis menjanjikan yang sedang digeluti masyarakat saat ini, seperti berjualan melalui perantara online shop, mendirikan bisnis kecil-kecilan, menjajakan jasa seperti memeberikan les privat mata pelajaran sekolah hingga tak kalah menjanjikannya yaitu berbudidaya ikan nila dengan memanfaatkan lahan kosong.

Banyak orang yang sering mengabaikan hal sepele seperti lahan yang tak terpakai dibiarkan begitu saja terbengkalai tanpa berpikir jauh bahwa hal tersebut dapat menghasilkan keuntungan, jika saja ditangani dengan orang yang tepat, yaitu pebisnis kreatif dengan motto “ semua bisa menjadi uang jika dapat diolah dengan cara yang tepat pada orang yang tepat, semua orang tentu menginginkan banyak uang, tetapi tidak sedikit pula yang enggan bekerja keras bahkan menyerah ditengah jalan dalam upayanya”. Pasti kesuksesan dapat diraihnya, tentu saja dengan kegigihan etos kerja yang sebanding pula.

Budidaya ikan nila terdengar tidak begitu asing di telinga masyarakat, apalagi di kalangan pebisnis yang membudidayakan ikan. Apakah sulit membudidayakan ikan nila? Jawabannya tidak terlalu sulit, karena ikan nila cenderung mudah dikembang biakan, diketahui bahwa ikan nila juga sangat mudah beradaptasi di lingkungan yang baru.

Ikan nila tergolong kedalam jenis pemakan segala atau omnivora, jadi dengan memberikan makanan alami seperti tumbuhan air, atau ikan kecil-kecil sampai pakan buatan seperti pelet ikan yang sudah banyak dijual bebas di pasaran. Tentu mudah bukan dalam mengembangbiakkan ikan satu ini?. Karena saking mudahnya ikan nila dapat dibudidayakan dalam segala jenis media pengembangbiakan. Mulai dari waduk, sungai buatan, kolam besar hingga kolam yang dibuat menggunakan terpal.

Pemanfaatan lahan kosong menjadi salah satu ide yang cemerlang, dengan menggunakan bahan dan alat sederhana seperti terpal sebagai media utama kolam, kayu sebagai penyangga sisi kolam, paku dan tali untuk pengikat antara terpal dan kayu, juga meteran untuk mengukur panjang lebarnya luas kolam yang hendak dibuat.

Langkah awal yang harus dilakukan tentu membuat kolam terlebih dahulu dengan alat yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Cukup lihat berbagai video yang ada di platform Youtube, pasti akan mudah menyelesaikannya. Langkah selanjutnya yaitu, kolam harus diisi air tawar secara berkala, sedikit demi sedikit dengan memeberikan filter pada ujung saluran air, tujuannya untuk menyaring kotoran yang masuk ke dalam air kolam. Pastikan volume air tercukupi sekitar pusaran pria dewasa. Kemudian masukan benih ikan nila yang sudah dipilih ke dalam kolam dengan catatan biarkan benih beradaptasi terlebih dahulu dengan suhu air dan kondisi kolam yang baru, dengan cara memasukkan benih beserta plastiknya diamkan beberapa saat lalu benih bisa dilepas bebas ke dalam kolam. Jangan lupa untuk memberikan oksigen yang cukup dengan perderas sirkulasi aliran debit air kolam. Jika air kolam terlihat keruh berwarna hijau, coklat pekat berbau menyengat atau busuk, maka segera lakukan pengurasan air kolam.

Pearawatan ikan nila juga perlu dilakukan, walaupun ikan nila memiliki daya tahan tubuh yang cukup bagus tetapi tetap perlu melakukan observasi secara rutin, sehingga dapat meminimalisir terjadinya penularan penyakit secara berlebihan seperti terserang jamur kulit.

Masa panen ikan nila bisa dilakukan sesuai dengan permintaan pasar, 150-500 gr per ekornya adalah rata-rata ukuran yang dijual untuk sektor pasar tradisional sampai swalayan. Lama waktu budidaya ikan nila dari benih sampai pada masa panen bisa mencapai waktu sekitar 3 hingga 7 bulan.
Waktu yang tidak begitu lama juga tidak singkat pula akan tetapi proses itu akan berbuah hasil yang cukup menguntungkan.(*)

Penulis: Fitra Rama Dhany , Mahasiswa FE Manajemen UNWAHAS Semarang

Disclaimer: Tulisan ini sepenuhnya menjadi penanggungjawab penulis, di luar kewenangan redaksi JoSS.co.id

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*