Peluang Bisnis Coffee Shop di Era Generazi Z

Coffee Shop
ilustrasi Bisnis Coffee Shop (Desygner)
Lia Fijayati Lestari, FE Manajemen UNWAHAS Semarang

PADA masa sekarang ini para remaja atau biasa disebut dengan Gen-Z sangatlah tidak bisa berdiam diri dirumah. Mereka biasa keluar rumah hanya sekedar untuk menghilangkan penat dari kegiatan keseharian merka atau sekdar untuk nongkrong bersama teman-teman, biasanya kaum Gen-Z ini menyebutnya dengan istilah “healing dikala pening”. para pemuda Gen-Z  ini cenderung memilih tempat untuk berkumpul dengan suasana yang lebih santai dan rileks. salah satu tempat yang sering diminati para kaum Gen-Z ini adalah Coffee shop karna dinilai tempat yang bisa menghilangkan setress sejenak apalagi tempatnya hommie,kozie, free wifi dan harga tidak pricy.

Maka dari itu sekarang banyak bermunculan Coffee shop baru yang sangat ramah dikantong pemuda yang ingin bergaul. Untuk modal memanglah tidak murah, namun jika ingin berbisnis Coffee shop ini anda tidak boleh kehabisan akal anda cukup beli gerobak dorong dan speaker bluetooth lalu kita bisa berjualan di event-event tertentu dengan membuka stan dengan konsep minimalis. Namun kelemahan dalam bisnis Coffeeshop ini kita harus meningkatkan kualitas pelayanan dan kenyamanan tempat dikarenakan para remaja atau para kaum Gen-Z ini sangat kritis terhadap semua hal termasuk hal-hal kecil yang bisa dianggap remeh.

Beberapa jenis usaha kopi dengan budget minim yang cocok dikalangan Gen-Z

  • Berjualan Cold Brew

Tren cold brew atau kopi seduh dingin yang sekarang sedang marak-maraknya bisa kamu manfaatkan dengan membuat brand cold brew kamu sendiri. Tak perlu kafe atau kedai kopi besar, yang kamu perlukan adalah kepiawaian menjual melalui social media marketing yang sungguh sangat efektif. Modalnya? Kamu hanya memerlukan sebuah alat seduh dingin yang harganya mulai dari dua ratus ribuan (seperti Hario Mizudashi Coffee Pot) hingga jutaan (Dutch Lab). Ada beberapa alat pembuat cold brew or cold drip yang bisa kamu pilih sesuai kantong dan kebutuhan.

  • Penjual Biji Kopi

Untuk bisnis yang satu ini sangat memungkinkan untuk tidak mengeluarkan modal sama sekali. Yang kamu butuhkan hanyalah koneksi dengan roaster, pabrik kopi dan petani kopi. Apa yang kamu perlukan? Yang kamu perlukan hanyalah menjual kembali biji-biji kopi dari mereka ke berbagai orang (bisa ke Coffee shop atau perorangan).

  • Kedai Kopi Manual

Meskipun sederhana, bukan berarti kedai kopi yang akan kamu bangun ini tak berkualitas. Kedai kopi tak melulu soal mesin espresso mahal, sofa-sofa mewah dan sebuah tempat fancy yang modalnya ratusan juta rupiah. Jika kamu benar-benar berniat membuat kedai kopi yang berkualitas, kamu bisa membuat konsep kedai kopi dengan alat seduh manual.

  • Coffee Truk atau Gerobak Kopi

Di Indonesia sepertinya masih jarang gerobak kopi atau istilah kerennya Coffee truck yang menjajakan kopi dengan berkeliling dan nongkrong di pinggir jalan. Di luar negeri sendiri (khususnya Eropa, Amerika dan Australia) hal ini adalah hal yang lumrah. Kamu bisa memulai bisnis ini dengan modal ringan. Pertama tentukan dahulu menu kopi apa saja yang ingin kamu jual, apakah hanya cold brew atau minuman kopi panas lainnya. Jika sudah kamu tentukan saatnya membuat gerobak yang bisa dikemudikan dengan motor ataupun sepeda. Buatlah desain yang semenarik mungkin dan terlihat mencolok dari kejauhan. Bisa dipastikan bisnis Coffee truck ini akan sangat menarik karena pelakunya masih sedikit.

Tips-tips membangun Coffeeshop yang diminati para pemuda Gen-Z

1. Mencari partner yang sama-sama mengerti tentang kopi dan minuman yang hits dan sedang trending.

2. Menentukan konsep Coffee Shop yang beda dari Coffee Shop lain sehingga mempunyai daya tarik tersendiri seperti menggunakan konsep Jejepangan atau konsep ala Eropa.

3. Memilih suplier kopi murah dan berkualitas baik.

4. Membangun relasi dan koneksi bisnis sehingga kita tetap dapat mengembangkan bisnis ini di kota lain.

Apakah anda tertarik untuk memulai? Jangan ragu dan jangan takut ya bestie. Karna setiap usaha pasti ada resikonya.

Penulis: Lia Fijayanti Lestari, FE Manajemen UNWAHAS Semarang

Disclaimer: Tulisan ini sepenuhnya menjadi penanggungjawab penulis, di luar kewenangan redaksi JoSS.co.id

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*