JoSS, BOYOLALI – Keinginan menikmati pemandangan dan jalan-jalan menuju Bandara Adi Soemarmo Boyolali, berubah sekejap menjadi tragedi yang mengerikan yang menewaskan dua penumpang dan belasan lainnya luka-luka. Kendaraan Isuzu truk boks dimodifikasi dengan nomor polisi H 1439 SMG mengalami kecelakaan tunggal terguling hingga terperosok di ladang Jalan Andong-Nogosari tepatnya Dukuh Tegalrejo Desa Sempu, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Rabu, (11/5/2022). Kereta kelinci itu diduga hilang kendali dan masuk ke ladang warga dan terguling.
“Kecelakaan ini masih dalam penyelidikan. Menurut keterangan warga di sini, serombongan kereta kelinci ini dari Klego mau menuju ke bandara, melalui jalan kampung di tengah ladang ini,” kata Kasat Lantas Polres Boyolali AKP Abdul Mufid saat ditemui di lokasi kejadian Rabu (11/5).
Kecelakaan tunggal itu terjadi pukul 10.30 WIB, Rabu (11/5). Kereta kelinci itu berangkat dari Sangge, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, dan mengangkut penumpang dengan tujuan wisata ke Bandara Adi Soemarmo, Boyolali.
Dari keterangan warga, kereta kelinci itu sempat mogok. Kemudian sebagian penumpang turun dan membantu mendorong.
Dua korban meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal kendaraan modifikasi menjadi angkutan penumpang tersebut yakni Ida Kumala Sari (32) dan Tama (4) yang merupakan warga Dukuh Cepoko Desa Sangge Kecamatan Klego Boyolali yang kini dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Waras Wiris Andong, Boyolali.
Kabid Pelayanan RSUD Waras Wiris Andong, Ferra Damayanti, mengatakan ada 12 pasien dari korban kereta kelinci terguling yang dirawat di RSUD Waras Wiris. Dua diantaranya sudah dalam kondisi meninggal dunia.
“IGD RSUD Waras Wiris menerima pasien terbaliknya kereta kelinci ada 12, ada 2 datang ke sini sudah dalam keadaan meninggal,” jelas Ferra.
Dua korban meninggal merupakan ibu dan anaknya yang masih balita. “Iya, korban yang meninggal ibu dan anak,” kata paman korban, Budiman ditemui di RSUD Waras Wiris, Andong, Boyolali, Rabu (11/5).
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Boyolali, AKP Abdul Mufid, mengatakan kereta kelinci tersebut dikemudikan oleh Purwadi. Saat ini yang bersangkutan dirawat di RS Asyifa Andong. “Sopirnya mengalami luka ringan, luka di kaki kanan dan kiri,” kata Abdul.
Seorang saksi mata, Marno, mengungkap suasana mencekam di lokasi kejadian. Marno termasuk pertama kali datang ke lokasi menceritakan histerisnya para penumpang sesaat setelah kejadian.
“Saya saat itu posisi sedang mbubuti (panen) kacang. Pesawat lewat terus terdengar suara ledakan keras, bleng. Langsung (terdengar suara) menangis. Lho kok mobil, terus saya lari mencari teman (untuk memberikan pertolongan),” kata Marno, ditemui di lokasi kejadian Rabu (11/5).
Setelah terdengar suara benturan tersebut disusul suara jerit tangis ibu-ibu dan anak-anak penumpang kereta kelinci. “Habis bleng langsung nangis teriak tolong-tolong,” jelasnya.
Marno bersama sejumlah warga lainnya langsung memberikan pertolongan. Dia berusaha mengeluarkan penumpang anak-anak dan para ibu yang masih di dalam kereta kelinci dan posisinya tertimpa jok.
“Jok-jok saya tariki keluar. Anak-anak saya tarik (tolong) dulu. Yang penting menyelamatkan yang selamat dulu,” ujarnya.
Dia juga mengungkap kondisi dua korban tewas yang merupakan ibu dan anak. Posisi korban anak tertimpa kereta kelinci, sementara ibunya sudah tergeletak di sampingnya.
Penyebab kecelakaan saat ini masih dalam penyelidikan polisi. Polisi mengungkap, kendaraan itu sempat mogok di pertigaan jalan.
“Mogok, didorong, namun ada kendala gas itu terkunci, akhirnya pada saat tikungan itu lurus dan terbalik di ladang ini,” kata Kasat Lantas Polres Boyolali, AKP Abdul Mufid, di lokasi kejadian.
Dia menyebut kereta kelinci itu melaju dari arah utara menuju ke selatan. Sesampainya di TKP, kereta itu mengalami kerusakan mesin dan didorong oleh sebagian penumpang.
Saat itu, mesin berhasil hidup lagi. Namun langsung melaju kencang tak terkendali. Diduga pengemudi tidak dapat menguasai kendaraannya, sehingga kereta kelinci saat di pertigaan oleng ke kanan dan terguling ke ladang yang berada di sebelah selatan jalan.
“Serombongan kereta kelinci ini dari Klego mau menuju ke bandara, melalui jalan kampung di tengah ladang ini,” terang Mufid, dilansir dari detikjateng.com.
Lokasi kejadian merupakan jalan kampung. Jalannya pun cukup sempit dengan konstruksi cor beton di kanan kiri atau tidak penuh di seluruh badan jalan. Ruas jalan ini merupakan jalan pintas dari Sangge. (lna)

Leave a Reply