Libur Lebaran, Semarang Zoo Diserbu 8.000 Wisatawan, Atraksi Satwa Terfavorit

Semarang Zoo Diserbu 8.000 Wisatawan
Semarang Zoo

JoSS, SEMARANG – Pengunjung Objek wisata kebun binatang Semarang atau Semarang Zoo pada libur Lebaran 2022 mencapai 8.000 pengunjung perhari. Jumlah tersebut mengalami kenaikan hingga 25% Semarang Zoo Diserbu 8.000 Wisatawandibanding Lebaran 2021.

Direktur Semarang Zoo, Khoirul Awaludin, mengatakan, pihaknya menerima peningkatan jumlah pengunjung yang signifikan pada Lebaran tahun ini. Dia menambahkan jumlah pengunjung normal rata-rata per hari, hanya berkisar 3,500-an. Sedangkan pada Lebaran tahun lalu, hanya mencapai 6.000-an.
“Ini sudah ada kenaikan sekitar 25 persen. Kalau rata-rata sampai 20 persen. Itu dari hari pertama, hingga hari ini,” kata Awaludin, seperti dilansir dari Solopos.com, Rabu (4/5/2022).

Lebih lanjut, mayoritas wisatawan pada Lebaran tahun ini masih didominasi masyarakat Jawa Tengah (Jateng). Kendati demikian, terdapat beberapa yang dari luar provinsi dan Pulau Jawa.

“Dari beberapa yang kami sampel, rata-rata masih Jateng. Secara mayoritas memang ada yang Jatim (Jawa Timur), kemarin juga ada dari Jakarta, karena dia mudik. Terus ada juga Kalimantan, tapi kurang tau pemudik atau bukan,” lanjut dia.

Terkait protokol kesehatan (prokes) Semarang Zoo mengaku telah menerapkan sesuai aturan yang telah ditetapkan. Bahkan, pihaknya sudah menyediakan tiga posko layanan kesehatan.

“Pos kesehatan itu, ada di tiga titik dan jadi satu dengan pos informasi. Jadi untuk antisipasi kami jika ada hal tidak diinginkan, terus sebagai kontrol terhadap pengunjung, mengingatkan prokes seperti masker, cuci tangan dan kalau terjadi kerumunan,” pungkas dia.

Tak hanya sampai disitu, pada Libur lebaran ini Semarang Zoo juga mulai memberlakukan trial pertunjukan animal show. Disebutkan, wisatawan merespon baik dan sangat antusias melihat atraksi satwa yang dikemas dalam tema edukasi tersebut.

“Animal show ini lagi kami gencarkan atraksi satwanya. Kami sajikan secara edukatif, menceritakan kehidupan satwa di hutan seperti apa dan sebagainya, untuk sekarang juga baru 10 yang dipertunjukan. Misalnya ada Gajah, Elang, Paruh Bengkok dan lain lain,” pungkasnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*