
JoSS, SEOUL – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menghadiri upacara pelantikan Presiden Korea Selatan yang baru, Yoon Suk-yeol, pada Selasa pagi, waktu setempat.
Dalam acara tersebut, Presiden ke-5 Indonesia itu turut ditemani Bendahara DPP PDIP Olly Dondokambey dan Duta Besar RI untuk Korsel, Gandi Sulistiyanto.
Dalam acara tersebut, Megawati yang hadir mengenakan kebaya berkelir merah duduk di deretan pejabat dari negara lain, seperti Wakil Presiden Tiongkok Wang Qishan, Presiden Singapura Halimah Yacob, Presiden Afrika Tengah Faustin-Archange Touadéra, mantan PM Jepang Yukio Hatoyama, serta Douglas Emhoff, suami Kamala Harris yang merupakan Wakil Presiden Amerika Serikat.
“Saya juga sangat berterima kasih kepada yang mulia Ibu Diah Permata Megawati Soekarnoputri,” ujar Presiden Yoon Suk-yeol saat menyampaikan pidato usai dilantik yang dikutip dari rilis PDIP, Selasa (10/5/2022).
Di dalam pidatonya, Yoon menyampaikan berbagai isu, mulai dari masalah domestik Korea Selatan, pandemi Covid-19, hi]ngga isu global termasuk mengenai hubungan dengan Korea Utara. Yoon berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan dengan Korea Utara dengan mengedepankan perdamaian.
Yoon menyerukan bakal mengedepankan “denuklirisasi penuh” Korea Utara dan mengatakan program senjata negara tetangga itu merupakan ancaman bagi keamanan global.
Yoon juga mengatakan jika Pyongyang “benar-benar memulai proses untuk menyelesaikan denuklirisasi”, pihaknya siap menyajikan sejumlah rencana berani untuk meningkatkan perekonomian negara tetangga itu.
Yoon menggantikan Presiden Korea Selatan Moon Jae In yang telah menyelesaikan masa jabatan lima tahunnya.
Usai pelantikan, Megawati dan rombongan kembali ke tempat istirahat. Dia dijadwalkan menghadiri perjamuan makan malam yang diadakan oleh Presiden Yoon sore hari nanti.
Untuk diketahui, Presiden RI Kelima Megawati Soekarnoputri mendarat di Seongnam, Seoul, Korea Selatan, Ahad, 8 Mei 2022. Di Negeri Ginseng itu Megawati akan menghadiri acara pelantikan Presiden Korsel sekaligus menerima penganugerahan gelar profesor kehormatan dari Seoul Institute of the Arts (SIA). Dua agenda itu akan berlangsung pada 10-11 Mei 2022.
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menjelaskan SIA memberi gelar profesor tersebut karena menilai besarnya kontribusi dan komitmen kemanusiaan Megawati dalam memperjuangkan perdamaian di Semenanjung Korea, serta perhatiannya terhadap demokrasi, lingkungan dan kebudayaan.
“Ibu Mega pernah jadi utusan khusus Presiden Korea Selatan untuk ke Korea Utara dalam menjalankan diplomasi perdamaian,” ujar Hasto dalam keterangan tertulis, Minggu (8/5/2022).
Menurut Hasto, Megawati masuk dalam sedikit pemimpin yang bisa diterima oleh Korea Utara. Hal ini terkait hubungan historis antara Proklamator RI yang juga ayah Megawati, Sukarno, dan Great Leader Korea Utara, Kim Il Sung.
Pemberian gelar profesor dari SIA ini, menurut Hasto, menjadi penting di tengah ketegangan hubungan Selatan dan Utara saat ini, terutama setelah Korea Utara belum lama ini meluncurkan rudal balistik.
“Sebab Ibu Mega yang konsisten dalam membangun dan mewujudkan perdamaian di Korea, diharapkan dengan kepemimpinan Ibu Mega yang diterima kedua belah pihak, dalam membantu proses dialog bagi masa depan peninsula itu. Dan di sinilah pemberian profesor kehormatan diberikan kepada Ibu Megawati dari SIA. Karena memang pendekatan kebudayaan itu suatu hal yang sangat penting,” kata Hasto.
Kata Hasto, SIA, juga sudah melakukan kajian-kajian terhadap kepemimpinan Megawati dan dedikasinya terhadap kebudayaan sebelum memberikan gelar tersebut. “Kalau kita lihat ke dalam, PDI Perjuangan adalah satu-satunya partai di Indonesia yang memiliki Badan Kebudayaan. Badan ini terbukti efektif dalam menjabarkan Pancasila melalui jalan Trisakti,” kata Hasto.
Gelar profesor kehormatan dari SIA ini akan menjadi yang kedua untuk Megawati. Sebelumnya, pada Juni 2021 lalu, Megawati menerima gelar Profesor kehormatan dari Universitas Pertahanan (Unhan) RI di Bidang Kepemimpinan Strategik. (lna)

Leave a Reply