
RISET terbaru International Union for Conservation of Nature Red List of Threatened Species (IUCN Red List) mencatat 32.802 spesies hewan dan menyebut 562 spesies hilang—belum pernah terliahat oleh siapa pun selama lebih dari 50 tahun. Dari ratusan hewan tersebut, diantaranya ada 69 spesies hewan dari Indonesia.
Temuan ini muncul di jurnal Animal Conservation, IUCN mendefinisikan kepunahan sebagai ‘ketika tidak ada keraguan yang masuk akal bahwa individu terakhir dari suatu spesies telah mati,’ yang dapat untuk diverifikasi.
Dimuat dalam sindonews.com, menurut Pakar Keanekaragaman Hayati Simon Fraser dan rekannya Arne Mooers, daftar merah tersebut mengelompokkan 75 dari 562 spesies yang hilang sebagai ‘mungkin’ punah.
Baca juga: Penyakit Mulut dan Kuku Hewan Bisa Menular ke Manusia? Begini Faktanya
Simon mengungkapkan sebanyak 311 spesies vertebrata darat dinyatakan telah punah sejak tahun 1500. Artinya lebih banyak spesies yang dianggap hilang daripada dinyatakan punah. Reptil teratas dengan 257 spesies yang dianggap hilang. Lalu 137 spesies amfibi, diikuti oleh 130 spesies mamalia dan 38 spesies burung. Sebagian besar spesies hewan yang hilang ini terakhir terlihat di negara-negara megadiversifikasi seperti Indonesia dengan 69 spesies, Meksiko 33 spesies, dan Brazil 29 spesies.
Para peneliti menghawatirkan sebagian besar spesies yang hilang ini ditemukan di negara negara tropis megadiversifikasi. Mengingat negara-negara tersebut diperkirakan akan memiliki jumlah kepunahan tertinggi dalam beberapa dekade mendatang. Hal ini diungkapkan oleh penulis utama studi Tom Martin dari Kebun Binatang Paignton Inggris.
Indonesia memiliki beberapa hewan dengan kategori dilindungi karena keberadaannya sudah semakin sedikit. Adapun hewan endemik Indonesia yang secara resmi dinyatakan penuh oleh Pemerintah.(jade)

Leave a Reply