
SEJAK adanya pandemi Covid-19 sebagian besar kegiatan di luar ruangan harus dibatasi. Pemerintah memberikan aturan bahwa sebagian besar kegiatan seperti bekerja dan bersekolah dilakukan secara daring dari rumah masing-masing. Transportasi merupakan salah satu kegiatan yang telah menjadi rutinitas dikalangan masyarakat sehingga menjadi salah satu hal yang penting untuk menunjang kehidupan manusia.
Teknologi terus menerus berkemang dan pelayanan yang serba online telah mendorong munculnya terobosan baru dalam penggunaan transportasi, seperti misalnya transportasi online dan delivery food.
Penggunaan transportasi online di Indonesia sangatlah popular. Berdasaran riset dari google, Temasek dan Bain & Company, Indonesia memiliki pangsa asar jaya layanan tertinggi di Asia Tenggara yaitu sebesar US$ 5,7 miliar di tahun 2019 dan di proyeksikan mencapai US$ 18 miliar pada tahun 2025.
Transportasi online dipayungi oleh peraturan menteri perhubungan No. 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek yang mengatur jenis pelayanan, pengusahaan, penyelenggaraan angkutan umum dengan aplikasi berbasis teknologi informasi, pengawasan angkutan umum serta peran masyarakat dan sanksi administrasi sehingga segala aktivitas transportasi online sudah dirasa legal.
Adapun dampak dari transportasi online pada masyarakat yaitu :
1. Mempermudah masyarakat
2. Menghemat ongkos
3. Membuka lapangan kerja
4. Menambah kemacetan
5. Konflik dengan objek pangkalan
Penggunaan layanan delivery food sudah berkembang sejak tahun 2017 akibat dari adanya transpoetasi online yang meningkat dan pesat. Kolaborasi layanan transportasi online dan delivery food dapat membantu untuk menjangkau msyarakat yang berlokasi jauh dari rumah makan maupun masyarakat yang kerja sehingga mempunyai waktu luang tidak begitu banyak.
Online delivery juga memberikan kemudahan bagi konsumen seperti memesan makanan dari restoran yang tempatnya berbeda, menyediakan informasi yang lebih lengkap. Informasi yang dapat di akses masyarakat berupa alamat restoran, pilihan menu, serta pengalaman pelanggan sebelumnya melalui ulasan online dan peringkat online. Namun tidak hanya berdampak positif, beberapa sumber menyebutkan kerugian delivery food dan transportasi online seperti peningkatan biaya, pesanan di antar telat, driver yang tersesat, dan pesanan yang keliru. Kelebihan lain yang dirasakan tidak perlu mengantri di tempat makanan, dan sering ada promo sehingga biaya ang dikeluarkan juga lebih terjangkau.
Penulis: Muhammad Yusuf Roshidu Khafid, Mahasiswa FE Manajemen UNWAHAS Semarang
Disclaimer: Tulisan ini sepenuhnya menjadi penanggungjawab penulis, di luar kewenangan redaksi JoSS.co.id

Leave a Reply