

USAHA Gethuk lindri menjadi salah satu bisnis yang cukup diperhitungkan di pasaran. Gethuk lindri merupakan jajanan tradisional yang terbuat dari bahan baku singkong atau ketela pohon. Gethuk lindri mempunyai ciri khas rasa yang manis dan gurih tentunya sangat enak untuk dinikmati. Jajanan yang mudah dijumpai di pasar tradisional ini ternyata masih banyak diminati masyarakat. Hal itu membuat usaha gethuk memiliki prospek yang baik.
Di zaman modern, bisnis gethuk ternyata tidak kalah cuan dibanding bisnis yang lain. Hal ini seperti yang disampaikan Abdul Rozaq salah satu pelaku usaha gethuk lindri yang ada di Desa Bandungharjo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara. Usaha gethuk yang dirintis oleh orang tuanya yaitu Bapak H. Kholil pada tahun 2000 an dengan modal awal sekitar Rp. 5 juta. Kemudian diteruskan oleh Abdul Rozaq pada tahun 2015, ini menghasilkan omzet sekitar Rp. 9 juta perbulan. “Penjualan gethuk per hari rata-rata menghasilkan Rp. 300 ribu rupiah ”, kata Abdul Rozaq, Selasa, (24/11).
Abdul Rozaq mengungkapkan cara pembuatan gethuk lindri miliknya yaitu terdiri dari
Bahan :
- Singkong
- Pewarna makanan
- Gula
- Kelapa
- Mesin giling
- Kertas sebagai wadah
Adapun singkong yang didapat merupakan hasil menanam sendiri di ladang. Untuk proses pengolahanya yaitu :
- Singkong dikupas terlebih dahulu
- Kemudian dicuci
- Selanjutnya singkong dikukus sekitar 1 jam
- Setelah matang ditumbuk setengah halus. Kemudian dicampuri gula dan pewarna makanan (berbagai varian rasa seperti rasa pandan dan strowbery)
- Kemudian digiling dan diiris-iris kemudian ditaburi parutan kelapa.
- Langkah terakhir gethuk dikemas dalam kertas
Begitulah proses pembuatan gethuk lindri khas desa Bandungharjo yang memiliki rasa khas tersendiri. Konsep pemasaran yang dijalankan Abdul Rozaq memadukan cara tradisional dan modern yaitu dengan menjual secara keliling menggunakan motor di Pedesaan dan di Pasar. Selain itu, ia juga melakukan promosi secara online. Target pasarnya juga luas karena makanan ini digemari banyak kalangan. Cara pemasaran yang dijalankan terbilang sukses karena gethuk lindri miliknya sering habis terjual. “Jualan gethuk keliling mulai dari pagi sampai siang sudah terjual habis”, kata Abdul Rozaq.
Modal harian yang dikeluarkan untuk keperluan usaha ini miliknya yaitu sekitar Rp. 130 ribu per hari. Bisa dibilang tanpa modal yang banyak bisnis gethuk lindri dapat berjalan. Usaha yang ditekuni Abdul Razaq tersebut membuahkan hasil karena gethuk lindrinya banyak diminati pelanggan dan minimnya pesaing bisnisnya. Ia kini mempunyai tiga karyawan dan ia juga berharap usahanya dapat berkembang luas.
Penulis: Fahmi Muhammad Anwari, Mahasiswa FE Manajemen UNWAHAS Semarang
Disclaimer: Tulisan ini sepenuhnya menjadi penanggungjawab penulis, di luar kewenangan redaksi JoSS.co.id

Leave a Reply