Singapura Cabut Aturan Wajib Tes PCR Bagi Pengunjung Yang Sudah Vaksin 2 Dosis

Singapura Cabut Aturan Wajib Tes PCR
Illustrasi Singapura Cabut Aturan Wajib Tes PCR (Foto: shutterstock)

JoSS, SINGAPURA – Pemerintah Singapura mencabut aturan wajib tes PCR Covid-19 bagi pengunjung yang sudah tuntas dua dosis vaksinasi mulai 26 April mendatang.

“Dengan langkah ini, berarti pengunjung yang sudah divaksin penuh tak akan diwajibkan tes lagi untuk masuk ke Singapura,” demikian pernyataan Kementerian Kesehatan Singapura pada Jumat (22/4).

Dengan pencabutan ini, Singapura tak lagi mewajibkan tes PCR yang sebelumnya harus dilaksanakan dua hari sebelum keberangkatan ke negara tersebut. Dilansir dari CNNIndonesia, pencabutan tes sebelum keberangkatan itu juga berlaku bagi anak-anak di bawah 12 tahun yang belum divaksin secara penuh.

Selain itu, pemegang izin kerja non-Malaysia yang sudah divaksin penuh juga tak lagi diwajibkan tes PCR mulai 1 Mei mendatang. Sebagaimana dilansir Channel NewsAsia, mereka juga tak lagi memerlukan izin masuk dari Kementerian Tenaga Kerja Singapura (MoM).

Persyaratan ini juga akan berlaku bagi pemegang izin kerja dari China, Hong Kong, Taiwan, dan Makau. “Ini menyederhanakan proses masuk melalui layanan satu atap bagi pemberi kerja,” demikian pernyataan MOM.

Pemerintah Singapura mengambil langkah itu sebagai serangkaian pelonggaran perbatasan menuju fase endemi Covid-19.

Awalnya, Singapura mewajibkan tes Covid-19 sebelum keberangkatan dan setibanya pengunjung di negara itu. Singapura sudah lebih dulu menghapus syarat tes Covid saat ketibaan di negara itu, pada 1 April lalu.

AFP melaporkan bahwa keramaian terlihat hampir di seluruh bandara, baik pintu kedatangan maupun keberangkatan, pasca diberlakukan kebijakan tersebut.

Area kedatangan Bandara Internasional Changi tampak ramai orang-orang berlalu-lalang. Ribuan orang juga tampak berbaris di area keberangkatan untuk keluar dari Singapura.

Sejumlah pendatang asing yang tiba di Singapura terlihat gembira menyambut pencabutan penutupan perbatasan ini, termasuk seorang seorang pebisnis dari Italia, Aldo Pizzini.

“Ini luar biasa. Saya mengambil kesempatan pertama untuk terbang hari ini. [Sekarang] banyak pembatasan yang sudah dicabut. Kita kembali ke kehidupan normal,” kata Pizzini kepada AFP.

Singapura memang sudah menghapus sebagian besar aturan pencegahan Covid-19, mulai dari kewajiban karantina hingga bukti vaksinasi bagi para pendatang.

Pendatang lain dari Guyana Prancis yang tinggal di Abu Dhabi, Diana Mathias, pun bergegas mengunjungi Singapura untuk berlibur usai mengetahui aturan baru tersebut. “Saya betul-betul bahagia karena sudah lama saya tidak bepergian,” tutur dia.

Mathias mengaku sempat sedikit kesulitan saat mengurus dokumen perjalanan, tapi pada akhirnya ia berhasil menyelesaikannya.

Tak hanya bagi para pendatang, Singapura juga melonggarkan aturan pencegahan Covid-19 di dalam negeri. Kini, tak perlu lagi memakai masker di luar ruangan di Singapura. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*