Moeldoko Klarifikasi Isu Keterlibatan Staf Istana Presiden Dalam Provokasi Penyerangan Ade Armando

Keterlibatan Staf Istana Presiden
Meminta masyarakat tidak lagi menggunakan isu perpanjangan masa jabatan presiden dan penundaan pemilu untuk menyerang pemerintah

JoSS, JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meluruskan isu di media sosial tentang seorang staf Istana Presiden yang bergabung atau berada dalam grup WhatsApp yang membahas kehadiran Ade Armando saat demo di depan Gedung MPR/DPR. Sesaat sebelum terjadi pengeroyokan terhadap Dosen Universitas Indonesia Ade Armando, Senin (11/4/2022).

Moeldoko mengonfirmasi pria bernama Ari Supit pernah bekerja sebagai staf di Staf Khusus Presiden. Namun, saat ini Ari sudah meninggalkan posisi itu.

“Yang bersangkutan memang pernah menjadi pembantu asisten di bawah staf khusus presiden pada 2016-2019. Namun, sejak tahun 2019 sudah tidak lagi bekerja,” kata Moeldoko melalui pesan singkat, Selasa (12/4/2022).

Moeldoko memastikan Ari tak lagi tercatat sebagai pegawai staf khusus presiden dan tidak bekerja untuk KSP saat ini.

Sebelumnya, media sosial diramaikan dengan kabar seorang staf Istana bergabung dengan grup WhatsApp membahas kehadiran Ade Armando saat demo di DPR. Hal tersebut diketahui dari penelusuran nomor yang tertera di grup tersebut.

Pria itu disebut bernama Ari Supit. Dalam aplikasi itu, ada beberapa kontak tertulis nama Ari Supit ‘Tim Komunikasi Presiden’, ‘Asisten Staf Khusus Presiden’, hingga ‘Staf Presiden Bidang Media’.

Diberitakan sebelumnya, pada Senin 11/5/2022) mahasiswa menggelar demonstrasi di dua titik, yaitu Patung Kuda dan Kompleks Parlemen. Aktivis media sosial Ade Armando sempat ikut aksi di Kompleks Parlemen.

Di tengah-tengah demonstrasi, Ade dikeroyok sejumlah orang. Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan pengeroyok. Ade dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi wajah lebam dan berdarah.

Saat ini Ade dirawat di RS Siloam. Kepala Ade juga telah dijahit. Kabar terbarunya, dosen Universitas Indonesia (UI) itu mengalami pendarahan di otak.

Terkait kerusuhan tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menyayangkan tuntutan aksi menolak penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden teralihkan pengeroyokan pegiat media sosial (medsos) Ade Armando.

Koordinator BEM SI Kaharuddin pun mendesak DPR dan pemerintah tak mengabaikan sejumlah tuntutan yang disuarakan mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya di berbagai daerah.

“Kami menyayangkan adanya kejadian pemukulan Ade Armando. Tapi kami juga menyayangkan fokusnya menjadi teralihkan pada pemukulan itu, bukan pada esensi aksinya kemarin,” ujar Kaharuddin seperti dilansir dari CNNIndonesia.com, Selasa (12/4).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*