
JoSS, JAKARTA – Guna mengantisipasi kemacetan parah di jalur bebas hambatan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah akan menjamin biaya tarif tol gratis jika terjadi antrean kendaraan hingga lebih dari 1 kilometer di gerbang tol selama musim mudik lebaran 2022.
Menurut Budi, aturan seperti itu menjadi salah satu cara mendorong pengelola jalan tol memberikan performa pelayanan yang maksimal selama arus mudik Lebaran. Selain itu, Budi juga mengatakan tahun ini pemerintah dan badan usaha sudah sepakat untuk tidak memberikan diskon tarif tol di musim mudik Lebaran 2022, sehingga pelayanan harus maksimal.
“Ada satu diskresi, apabila antrean mobil (di gerbang tol) itu lebih dari 1 kilometer, maka tidak perlu bayar. Jadi kita bisa memberikan suatu homework untuk pengelola tol, supaya tidak macet,” kata Budi, seperti dilansir dari CNNIndonesia.
Sebagai informasi, diskon tarif tol diberikan secara rutin setiap musim mudik Lebaran sejak 2015, namun untuk tahun ini tidak ada diskon. Awal penerapan diskon tarif tol saat mudik dilatarbelakangi oleh tujuan menarik minat pengguna mobil untuk melawati jalan tol.
Hal ini seiring dengan digalakkannya pembangunan jalan tol yang semakin masif sejak pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla.
Saat itu Presiden Jokowi meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menurunkan tarif tol jelang Lebaran.
Semakin banyaknya mobil yang melewati tol diharapkan bisa mengurangi kepadatan kendaraan di jalan raya non-tol.
Diskon tarif tol terakhir kali diberikan pada masa mudik Lebaran 2019. Kala itu, 15 badan usaha yang mengelola jalan tol di seluruh Indonesia sepakat memberikan diskon tarif tol sebesar 15% saat arus mudik Lebaran.
Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaksir sedikitnya ada 40 juta kendaraan yang bakal melakukan mudik lewat jalur darat pada perayaan Lebaran atau Idulfitri 1443 Hijriah.
Rinciannya, 23 juta pemudik menggunakan mobil dan 17 juta menggunakan sepeda motor.
“Yang berat adalah pemudik yang lewat darat. Sebab, ada 23 juta mobil dan 17 juta sepeda motor yang akan mudik. Angka-angka ini bukan angka kecil,” kata Jokowi saat berkunjung ke Kabupaten Sumenep, Rabu (20/4/2022).
Dari proyeksi itu, Jokowi meminta seluruh masyarakat agar segera mudik lebih awal sebelum akhir April 2022. Sebab, ia khawatir jika pemudik bergerak semua pada akhir bulan, maka akan memicu kemacetan.
“Saya mengajak masyarakat untuk pemudik yang pakai mobil agar lebih awal mudiknya untuk mengantisipasi kemacetan,” terang Jokowi.
Menurutnya, persoalan mudik di jalur darat cukup menguras keringat. Sehingga, ia meminta peran masyarakat agar memperhatikan imbauan pemerintah.
Ia juga meminta pihak-pihak terkait untuk memperhatikan betul masalah ini. Di antaranya dengan mengoptimalkan keberadaan traffic dan rekayasa lalu lintas.
“Saya peringatkan, untuk manajemen lalu lintas, dan manajemen traffic ini betul-betul disiapkan. Karena yang saya takutkan di tanggal 28, 29, dan 30, (April 2022, red) ini akan macet total,” tutur Jokowi. (lna)

Leave a Reply