JoSS, SEMARANG – General Manager Airnav Indonesia Cabang Semarang, Mi’wan Muhammad Bunay mewanti-wanti warga Pekalongan untuk tidak menerbangkan balon udara. Apalagi saat ini lalu lintas penerbangan sangat sibuk menjelang arus mudik Lebaran 2022.
Untuk diketahui, menerbangkan balon udara tanpa awak menjadi tradisi sebagian masyarakat saat perayaan Lebaran. Salah satunya masyarakat di Kota Pekalongan, Jawa Tengah.
Dia menjelaskan menerbangkan balon udara tanpa awak ilegal ini sangat membahayakan keselamatan penerbangan dan mengganggu masyarakat.
Bunay menyebut menerbangkan balon udara telah menjadi tradisi masyarakat saat Lebaran. Sehingga pihaknya mengingatkan agar tidak menerbangkan apabila tidak sesuai dengan regulasi yang ada atau ilegal.
Airnav Cabang Semarang bahkan telah berkordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan terkait hal tersebut. Yakni untuk melarang penerbangan balon udara liar dalam tradisi perayaan Syawalan.
“Kemarin kami sudah rapat, mereka [Pemkot Pekalongan] mendukung hal ini [pelarangan balon udara liar]. Stakeholder sana sudah mengkampanyekan agar tidak menerbangkan balon udara secara liar atau ilegal. Karena membahayakan pesawat penerbangan dan fasilitas umum lainya, seperti listrik,” jelasnya dilansir dari solopos.com.
Mi’wan mengingatkan penerbangan balon udara harus sesuai regulasi yang ada. Yakni sesuai turunan dari regulasi yang lebih umum atau tentang balon udara dalam UU No.1/2009.
Sebagai informasi, regulasi tersebut membahas balon udara wajib memakai warna yang mencolok dan memiliki batasan ukuran berupa diameter maksimal empat meter dan tinggi maksimum tujuh meter dalam kondisi sudah terisi penuh oleh udara. Balon udara juga wajib memiliki dimensi maksimum yang setara dengan 4x4x7 meter untuk balon dengan bentuk tidak bulat sempurna.
Sementara untuk balon yang lebih kecil dan berjumlah lebih dari satu, ketika disatukan harus memiliki dimensi yang sama seperti yang disebutkan sebelumnya.
“Kami mengingatkan kepada masyarakat agar menjaga [melaksanakan] hal itu, kalau mau menerbangkan ya harus sesuai regulasi yang ada. Jadi semuanya diharapkan kerjasamanya,” pungkas dia.
Terkait kondisi cuaca, Mi’wan menyebut sampai saat ini masih terbilang kondusif. Namun, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk update lebih jauh.
Sementara itu, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang kembali menyelenggarakan kegiatan Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran Tahun 2022 yang resmi dibuka pada tanggal 25 April 2022.
General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Hardi Ariyanto menyampaikan bahwa Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran Tahun 2022 dimulai pada Senin-Kamis (25/4-10/5/2022).
“Terdapat kenaikan pergerakan penumpang berangkat pada hari sabtu dan minggu dengan rata-rata 1.700 sampai dengan 2.000 penumpang per hari jika dibandingkan dengan rata-rata harian sebelum memasuki libur Lebaran 2022,” ujarnya, Senin (25/4/2022).
Untuk mengakomodir lonjakan penumpang pada masa libur lebaran, sejak tanggal 20 April hingga 20 Mei 2022, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani telah menyediakan extra flight sebanyak 6 rute penerbangan yang sudah beroperasi yakni, Lion Air rute SRG-BDJ dan BDJ-SRG, BPN-SRG dan SRG-BPN.
Batik Air, rute CGK-SRG dan SRG-CGK. Ia memprediksi puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada tanggal 29 April 2022 atau H-2 Lebaran, sedangkan untuk puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada tanggal 8 Mei 2022 atau H+5 Lebaran.
“Untuk meningkatkan layanan bagi para penumpang, kami telah menyediakan lima unit self-check in kios yang dapat digunakan oleh para penumpang. Hingga saat ini terhitung sudah ada penambahan extra flight untuk mengakomodir lonjakan penumpang selama libur lebaran ini,” katanya. (lna)

Leave a Reply