93 Negara Dukung Penangguhan Rusia dari Dewan HAM PBB, Putin Berang

Penangguhan Rusia dari Dewan HAM PBB
Majelis Umum PBB memberikan suara untuk menangguhkan hak-hak keanggotaan Federasi Rusia di Dewan Hak Asasi Manusia (UN Photo/Manuel Elías )

JoSS, SWISS – Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menangguhkan Rusia dari Dewan HAM PBB atas laporan pelanggaran berat dan sistematis dan pelanggaran hak asasi manusia di Ukraina dalam 44 hari terakhir.

Mengutip Reuters, pada Kamis (7/4/2022) dorongan yang AS pimpin untuk menangguhkan Rusia dari Dewan HAM PBB mengumpulkan 93 suara mendukung, sementara 24 negara memilih tidak mendukung dan 58 negara abstain.

Dua pertiga atau mayoritas anggota dalam pemungutan suara di Majelis Umum PBB beranggotakan 193 negara, abstain tidak dihitung, diperlukan untuk menangguhkan Rusia dari anggota Dewan HAM yang berbasis di Jenewa.

Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB Gennady Kuzmin menggambarkan langkah itu sebagai langkah yang tidak sah dan bermotivasi politik. Kuzmin kemudian mengumumkan, Rusia telah memutuskan untuk keluar dari Dewan HAM PBB.

“Anda tidak mengajukan pengunduran diri setelah Anda dipecat,” kata Duta Besar Ukraina untuk PBB Sergiy Kyslytsya kepada wartawan, seperti dikutip Reuters.

Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield mengatakan, PBB mengirim pesan yang jelas bahwa penderitaan para korban dan penyintas (di Ukraina) tidak akan diabaikan.

“Kami memastikan, pelanggar hak asasi manusia yang keras hati dan kejam tidak akan diizinkan untuk menduduki posisi kepemimpinan hak asasi manusia di PBB,” ungkapnya, seperti dilansir Reuters.

Sebelumnya, Rusia memperingatkan negara-negara anggota PBB: suara ya atau abstain atas desakan AS untuk menangguhkan Rusia dari Dewan HAM akan Moskow pandang sebagai isyarat tidak bersahabat, menurut catatan yang Reuters lihat pada Rabu (6/4/2022).

Amerika Serikat mengatakan pada Senin (4/4/2022) akan meminta penangguhan Rusia dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB, setelah Ukraina menuduh pasukan negeri beruang merah membunuh ratusan warga sipil di Kota Bucha.

Dua pertiga atau mayoritas anggota yang mengikuti pemungutan suara, abstain tidak dihitung, bisa menangguhkan sebuah negara dari 47 anggota Dewan HAM PBB yang berbasis di Jenewa, Swiss, karena melakukan pelanggaran berat dan sistematis hak asasi manusia.

Misi Rusia untuk PBB mendesak negara-negara untuk berbicara menentang resolusi anti-Rusia tersebut. Tidak segera jelas, berapa banyak negara yang menerima catatan dari Rusia itu.

“Perlu disebutkan bahwa tidak hanya dukungan untuk inisiatif semacam itu, tetapi juga posisi yang sama dalam pemungutan suara (abstain atau non-partisipasi) akan dianggap sebagai isyarat yang tidak bersahabat,” tulis Rusia dalam catatan itu.

“Selain itu, posisi masing-masing negara akan diperhitungkan, baik dalam pengembangan hubungan bilateral maupun dalam pekerjaan pada isu-isu penting dalam kerangka PBB,” sebut Rusia.

Misi Rusia untuk PBB menolak mengomentari surat itu karena tidak dipublikasikan. Rusia berada di tahun kedua dari masa jabatan tiga tahun di Dewan Hak Asasi Manusia.

“Rusia secara terang-terangan dan secara terbuka mengancam negara-negara yang memilih untuk menangguhkan mereka dari Dewan HAM PBB hanyalah bukti lebih lanjut bahwa Rusia perlu segera diskors dari Dewan HAM PBB,” tegas Olivia Dalton, juru bicara misi AS untuk PBB.

Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari, Majelis PBB telah mengadopsi dua resolusi yang mengecam Rusia dengan masing-masing 141 dan 140 suara mendukung.

Rusia membantah menyerang warga sipil di Ukraina. Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengatakan pada Selasa (5/4), selama Bucha berada di bawah kendali Rusia, “tidak ada satupun warga sipil yang menderita akibat kekerasan apa pun”.

Majelis Umum sebelumnya menangguhkan sebuah negara dari Dewan HAM. Pada Maret 2011, dengan suara bulat, PBB menangguhkan Libya karena kekerasan terhadap pengunjuk rasa oleh pasukan yang setia kepada pemimpin saat itu Muammar Gaddafi. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*