
JoSS, LONDON – Pemerintah Inggris akan membayar masyarakat yang membuka rumahnya untuk menampung pengungsi Ukraina yang melarikan diri dari invasi Rusia sebesar 350 poundsterling atau Rp6,5 juta.
Langkah ini, sebagai bagian dari program ‘Rumah untuk Ukraina’. Pemerintah Inggris mengizinkan masyarakat Ukraina yang datang ke Inggris, meskipun tidak memiliki kerabat atau anggota keluarga sama sekali.
Dilansir dari CNNIndonesia, bantuan sebesar Rp6,5 juta itu hanya diberikan untuk masyarakat Inggris yang memberikan kamar atau tempat tinggal tak terpakai dengan jangka waktu minimal enam bulan untuk pengungsi Ukraina.
Lewat program ini, Pemerintah Inggris mewajibkan masyarakat, badan amal, hingga kelompok masyarakat menawarkan jasa akomodasi kepada masyarakat Ukraina melalui halaman situs pada akhir pekan depan.
Siapa pun yang menawarkan kamar atau rumah harus menunjukkan bahwa akomodasi tersebut memenuhi standar dan harus menjalani pemeriksaan catatan kriminal lebih dahulu.
“Inggris berdiri di belakang Ukraina di saat-saat tergelap mereka dan publik Inggris memahami perlunya menyelamatkan sebanyak mungkin orang secepat mungkin,” kata Michael Gove, Menteri Perumahan Inggris, dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Reuters.
“Saya mendesak orang-orang di seluruh negeri untuk bergabung dalam upaya nasional dan menawarkan dukungan kepada teman-teman Ukraina kita. Bersama-sama kita dapat memberikan rumah yang aman bagi mereka yang sangat membutuhkannya,” lanjutnya.
Sebagai informasi, invasi Rusia ke Ukraina sudah berlangsung dua pekan sejak dimulai pada 24 Februari lalu. Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) mencatat setidaknya 2 juta orang warga Ukraina mengungsi karena serangan tersebut.
Invasi Rusia ke Ukraina memasuki hari ke-18 pada Minggu (13/3). Sementara itu, Presiden Biden menyetujui tambahan bantuan senilai US$200 juta (Rp2,8 triliun) bagi Ukraina. Dengan persetujuan ini, AS dapat mengirimkan senjata untuk Ukraina di tengah gempuran Rusia.
Melalui memorandum pada Sabtu (12/3), Biden memerintahkan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken untuk mengalokasikan dana itu berlandaskan aturan Undang-Undang Bantuan Asing.
Berdasarkan UU tersebut, presiden AS dapat memerintahkan penggunaan aset negara untuk pihak asing tanpa melalui persetujuan parlemen. Setelah memorandum diteken, AS dapat menggunakan dana itu untuk membantu pertahanan Ukraina, mulai dari memasok senjata hingga pelatihan.
Dengan keputusan ini, AS sudah memberikan bantuan total US$1,2 miliar atau sekitar Rp17,1 triliun untuk pertahanan Ukraina dalam setahun belakangan. (lna)

Leave a Reply