
JoSS, CHINA – Tim Pencarian korban pesawat boeing 737-800 milik China Eastern Airlines berhasil menemukan satu dari dua kotak hitam pesawat yang jatuh di perbukitan di dekat Kota Wuzhou, Guangxi, Rabu (23/3) waktu setempat.
Pernyataan itu diungkapkan Otoritas Penerbangan Sipil China (CAAC) kepada media lokal, seperti dikutip dari Reuters. Belum diketahui secara pasti kotak hitam dalam kondisi rusak parah itu merupakan Perekam Data Penerbangan (FDR) atau Perekam Suara Kokpit (CVR).
Pencarian kotak hitam sempat dihentikan sementara karena hujan badai di lokasi kecelakaan.
Media lokal memberitakan via Reuters, otoritas China menyatakan guyuran hujan menggenangi tanah lunak akibat hantaman pesawat yang hancur lebur.
Kondisi itu dikhawatirkan bakal menimbulkan longsor apabila tim pencari kotak hitam memasuki lokasi kecelakaan tersebut. Ditambah lagi arus deras dan embusan angin membuat pencarian kotak hitam semakin sulit dilakukan.
Pesawat MU5735 bertolak dari Kota Kunming dan dijadwalkan menuju Guangzou. Namun, pesawat tak kunjung tiba. Pesawat bernomor penerbangan MU5735 bertolak dari Kota Kunming dan dijadwalkan menuju Guangzou. Namun, pesawat tak kunjung tiba.
Pesawat China Eastern Airlines MU5735 diduga jatuh menukik vertikal ribuan meter dalam 1 menit sebelum menghantam perbukitan di desa dekat kota Wuzhou, Guangxi, pada Senin (21/3).
Hal tersebut berdasarkan laporan media lokal yang merilis sebuah video diduga merekam penampakan pesawat Boeing 737-800 itu detik-detik sebelum menghantam daratan.
Dalam video pemantau yang tersebar di media sosial, terlihat sebuah benda diyakini pesawat MU5735 jatuh vertikal dengan cepat ke area hutan di perbukitan. Namun, AFP masih belum bisa memverifikasi video tersebut.
Menurut Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC) pesawat itu lepas landas dari Kota Kunming pukul 13.11 waktu setempat. Namun, mereka kehilangan kontak saat pesawat berada di wilayah udara kota Wuzhou, Guangxi.
Menurut data FlightRadar24, pada pukul 14.20 pesawat menukik tajam dari ketinggian 8,8 km atau 29.100 kaki menjadi 2,3 km atau 7.850 kaki hanya dalam waktu satu menit. Jika terkonfirmasi, pesawat yang mengangkut total 132 orang itu jatuh 6.500 meter (6,5 km) hanya dalam 60 detik.
Kemudian sekitar 2 menit 15 detik setelahnya pesawat ada di ketinggian 2,7 km atau 9.075 kaki.
Lalu pesawat itu berusaha naik sebentar sekitar 20 detik, tapi akhirnya jatuh saat berada pada ketinggian 0,98 km atau 3.225 kaki.
Setelah pukul 14.22 waktu setempat tak ada lagi data penerbangan yang berkaitan dengan maskapai tersebut. Pesawat China Eastern Airlines seharusnya mendarat di Guangzhou pada pukul 15.05 waktu setempat, namun tidak terjadi karena mengalami kecelakaan. Hingga kini, pihak berwenang memastikan tidak ada tanda-tanda penumpang yang selamat dalam insiden itu. (lna)

Leave a Reply