Pertama Dalam Sejarah, Eropa dan Kanada Blokade Seluruh Penerbangan Dari Rusia

Ilustrasi (Foto: tvpworld.com)

JoSS, KANADA – Negara-negara Eropa dan Kanada resmi menutup ruang udara mereka untuk semua penerbangan dari Rusia, mulai Senin (28/2/2022). Hal ini dilakukan sebagai cara menekan Presiden Vladimir Putin yang belum menghentikan invasi ke Ukraina.

Untuk diketahui, kebijakan ini merupakan yang pertama kali dilakukan dalam sejarah.

Aeroflot mengatakan maskapai Rusia itu akan membatalkan semua penerbangan dengan tujuan negara Eropa, setelah Kepala Urusan Luar Negeri UE Josep Borrell resmi mengumumkan hal tersebut.

Amerika Serikat juga tengah mempertimbangkan sanksi serupa tapi hingga Senin (28/2/2022) sore, belum mengambil keputusan.

Pemerintah AS mengatakan warganya yang berada di sana harus mempertimbangkan segera pergi menggunakan penerbangan komersial, di tengah pembatalan penerbangan karena kebijakan baru Uni Eropa.

Sanksi untuk maskapai Rusia ini akan menjadi pukulan baru bagi industri penerbangan yang masih berupaya bangkit pasca-pandemi Covid-19.

Dilansir dari CNNIndonesia, Jerman, Spanyol, Perancis, kini telah bergabung dengan Inggris, negara-negara Nordik dan Baltik dalam mendeklarasikan bahwa ruang udara mereka bisa digunakan penerbangan dari Rusia.

Rusia diperkirakan akan membalas blokade di ruang udara dan sanksi-sanksi lainnya. Sebelumnya mereka telah merespons dengan melarang penerbangan dari Inggris, Bulgaria, dan Polandia masuk.

Para pengamat mengatakan, tanpa akses penerbangan dari Rusia, maka maskapai harus mengalihkan penerbangan ke Selatan, tapi juga harus menghindari wilayah konflik di Timur Tengah.

Blokade penerbangan serupa dari Rusia dan juga AS akan membuat maskapai-maskapai dari AS akan menjalani waktu tempuh lebih lama. Bahkan, hal ini akan membuat penerbangan menjadi sangat mahal bagi maskapai-maskapai AS.

Baca juga: Foto Presiden Ukraina Zelensky Terjun Langsung Ke Medan Perang Lawan Rusia Viral

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta Uni Eropa segera memberikan keanggotaan melalui jalur khusus terhadap negaranya di tengah invasi yang sedang dilakukan oleh Rusia.

“Tujuan kami adalah untuk bersama semua orang Eropa dan, yang paling penting, untuk menjadi setara. Saya yakin itu adil. Saya yakin kami pantas mendapatkannya,” ujarnya melalui video singkat di media sosial, Senin (28/2/2022).

Ukraina sendiri saat ini memang belum menjadi keanggotaan Uni Eropa, meski sejak 2014 telah membahasnya dan dianggap sebagai salah satu mitra penting UE dalam perdagangan. Secara geografis, Ukraina berbatasan langsung dengan empat anggota UE, yaitu Polandia, Hungaria, Rumania, dan Slovakia.

Selain dari Uni Eropa, Ukraina sempat meminta bantuan dari negara-negara NATO dalam menghadapi invasi Rusia. Ukraina diketahui juga membatalkan niat jadi anggota NATO pada pekan lalu.

Pada Senin (28/2/2022), NATO mengatakan akan terus memberikan bantuan persenjataan bagi Ukraina.

Pimpinan NATO Jens Stoltenberg mengatakan, dirinya telah berbicara dengan Presiden Ukraina dan memuji keberanian rakyat dan angkatan bersenjata yang ada dalam melawan invasi Rusia.

Lebih lanjut, ia mengatakan, negara-negara yang tergabung dalam NATO juga akan meningkatkan dukungan dengan bantuan rudal pertahanan udara, senjata anti-tank, serta bantuan kemanusiaan dan keuangan.

Serangan Rusia ke Ukraina masih berlanjut pada hari ini dengan suara ledakan sempat terdengar di Kiev dan Kharkiv. Konvoi pasukan militer sepanjang lima kilometer menuju kota Kiev juga terlihat dari citra satelit.

Adapun delegasi Rusia dan Ukraina tengah bernegosiasi untuk mendapatkan resolusi pada Senin (28/2/2022). (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*