Pedagang Barang Pecah Belah Dilokalisir di Lantai Dua Pasar Johar Cagar Budaya

Foto: youtube Xu Hua

JoSS, SEMARANG – Secara bertahap pedagang yang berada di Pasar Johar Cagar budaya terus dilakukan penataan. Terkini, pedagang barang pecah belah dilokalisir di lantai dua Johar Tengah dan Johar Utara.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan ada sekitar 25 pedagang produk pecah belah yang ditata dengan dipindahkan dari Johar tengah lantai satu ke lantai kedua dan Johar utara lantai kedua.

Dia menambahkan, lokasi tersebut sama dengan yang ditempati pedagang pecah belah di Pasar Johar Semarang sebelum terjadinya kebakaran pada 2015 lalu.

Menurutnya, penataan ini sesuai dengan kesepakatan antara Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dengan asosiasi pedagang pecah belah di kawasan Pasar Johar Semarang.

“Ada 50 pedagang produk pecah belah yang terkena penataan. Hari ini baru 25 orang, tapi kami pastikan besok sudah selesai penataannya,” ujar Fajar, dilansir dari solopos.com.

Fajar mengatakan penataan dengan memindahkan pedagang ke lokasi yang disepakati harus dilakukan secepatnya. Hal itu agar memudahkan penataan dan tidak berlarut-larut dalam waktu lama.

Baca juga: Catat! Ada 41 Titik Lokasi Parkir Elektronik di Semarang Berlaku Mulai Maret 2022

“Biar saya dan Pak Nur Kholis [Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang] nggak pusing. Maka kita tegaskan tadi bahwa hari ini harus mulai geser [pindah],” ujar Fajar.

Fajar pun memastikan akan terus melakukan pengawalan dalam penataan di Pasar Johar Semarang. Ia berharap sebelum lebaran, penataan telah selesai dan Pasar Johar Semarang bisa kembali ramai seperti sedia kala.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Pecah Belah Pasar Johar Semarang, Widodo, mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Semarang yang telah menempatkan pedagang ke lokasi semestinya. “Ini baik sekali, karena dengan demikian pasar tertata dengan semestinya. Pembeli pun tidak susah mencari zonasi,” kata Widodo.

Sebelum penataan, ia mengaku sudah melakukan sosialisasi kepada para pedagang agar tidak terjadi penolakan.

“Sudah saya koordinasikan dan rapat, sehingga tak ada pedagang yang keberatan. Sebelum kebakaran tahun 2015, pedagang pecah belah kan ada di Johar Tengah dan Utara. Kembali semula sebelum kebakaran,” jelasnya

Sedangkan Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Nurkholis, mengatakan penataan hari ini sesuai ketetapan zonasi. Sebelum rapat penataan, kata dia, dirinya mendapati 50 pedagang yang menempati tempat tak semestinya. “Kemarin itu ada pedagang pecah belah malah berada di zonasi konveksi. Begitu juga sebaliknya. maka hari ini kita rapikan,” ujarnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*