M Saleh Dukung Pengembangan Biogas Digester Sebagai Laboratorium Mahasiswa Magister Energi Undip

Peresmian Biogas Digester di Desa Pesantren, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang
Kaprodi Magister Energi UNDIP Dr. Ir. Jaka Windarta, MT bersama warga saat pengoperasian dan peresmian Biogas Digester di Desa Pesantren, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Minggu (27/3/2022). (Foto: JoSS.co.id)

JoSS, SEMARANG – Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah Mohammad Saleh mendukung pengembangan dan pembangunan Biogas Digester sebagai sarana laboratorium praktek lapangan bagi mahasiswa Magister Energi Pascasarjana Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Pembangunan pembangkit listrik skala rumah tangga berbahan bakar biogas dari limbah kotoran ternak ini direalisasikan di sejumlah daerah yakni di Pekalongan, Batang dan Pemalang yang merupakan daerah pemilihan (Dapil) Moh Saleh.

“Kita akan terus mendukung program energi baru terbarukan dari biogas ini untuk memasak sekaligus untuk pembangkit listrik skala rumah tangga,” katanya kepada JoSS.co.id, Senin (28/3/2022).

Saleh menambahkan daerah-daerah yang merupakan sentra peternakan sangat potensial untuk dikembangkannya biogas digester ini. “Terutama di sentra-sentra peternakan bisa dibuat biogas untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil seperti minyak dan lainnya,” jelas politikus Partai Golkar ini.

Peresmian Biogas Digester di Desa Pesantren, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang

Sementara itu, Kaprodi Magister Energi UNDIP Dr. Ir. Jaka Windarta, MT mengatakan pembangunan Biogas Digester sebagai sarana laboratorium praktek lapangan bagi mahasiswa Magister Energi Sekolah Pascasarjana UNDIP ini diinisiasi oleh M Saleh yang merupakan alumni Magister Undip.

“Pak Mohammad Saleh sebagai alumni Magister Energi UNDIP yang menginisiasi ide ini, didukung oleh masyarakat pemilik ternak untuk memanfaatkan limbah kotoran sapi sebagai bahan bakunya. Pembangunan Biogas Digester di Pekalongan, Batang dan Pemalang sesuai dengan Dapil pak Mohammad Saleh,” katanya dalam pengoperasian dan peresmian Biogas Digester di Desa Pesantren, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Minggu (27/3/2022).

Jaka menambahkan biogas digester ini merupakan gas yang berasal dari kotoran sapi yang ramah lingkungan sebagai pengganti gas LPG 3kg yang bisa dipakai untuk memasak.

“Sehingga bisa menghemat biaya pengeluaran LPG selain itu juga untuk membantu memperbaiki lingkungan sekitar yang tadinya kotoran sapi hanya dibuang atau hanya dijadikan pupuk, sekarang bisa dijadikan pengganti gas LPG untuk memasak,” ujarnya.

Menurut Jaka, biogas digester ini sangat fleksibel karena bisa dibangun sesuai dengan jumlah sapi, bisa 2 atau 3 ekor sapi kapasitas bisa mencapai 6 meter kubik untuk ukuran dom atau bangunannya. Dengan kapasitas ini, lanjut Jaka, mampu untuk mensuplai kebutuhan gas di dua rumah tangga.

Dia menjelaskan biogas digester ini relative aman dan tidak menimbulkan masalah dengan bau gas yang dihasilkan. “Gas yang dihasilkan bisa untuk mensuplai kebutuhan 2 rumah tangga. Tidak ada masalah dengan bau gas yang dihasilkan. Jadi masyarakat bisa menghemat gas 3 kg seharga Rp20.000-Rp25.000,” jelasnya.

Lebih lanjut Jaka menjelaskan gas yang dihasilkan terus menerus dan setiap hari bisa dipakai tergantung banyaknya kotoran sapi yang dimasukkan kedalam dom atau bangunan Biogas digester tersebut.

Sementara itu, mengenai instalasi sudah bisa langsung dipakai ini baru produk percontohan masih dipakai untuk 2 rumah.

“Karena kita peduli terhadap lingkungan dan peduli kepada masyarakat maka dibuatlah salah satu alternatif yaitu pemanfaatan kotoran sapi menjadi Biogas tujuannya menjaga lingkungan agar tetap bersih dan menghemat biaya pengeluaran gas LPG,” katanya.

Dia berharap, kedepan sinergi antara alumni dengan Prodi Magister Energi terus ditingkatkan. “Harapannya kedepan bisa mendapatkan project project alumni berikutnya dan sumbangsih dari alumni untuk masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat,” pungkasnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*