Kasus Harian Covid-19 di Korsel Meledak 600.000 Lebih, Di Tengah Rencana Pelonggaran Aturan

JoSS, SEOUL – Kasus infeksi virus corona di Korea Selatan kembali mencetak rekor dengan penambahan 600 ribu kasus dalam 24 jam terakhir pada Kamis (17/3/2022), di tengah upaya pemerintah yang akan mengakhiri aturan pembatasan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korsel (KDCA) melaporkan kasus Covid-19 di Korsel pada Kamis mencapai total 621.328. Ini merupakan lonjakan tertinggi selama pandemi di Korsel.

Sebagaimana dilansir Reuters, KDCA menyatakan bahwa lonjakan kasus Covid-19 di negara itu dipengaruhi dominasi varian Omicron.

Kenaikan kasus Covid-19 ini jauh lebih tinggi dari prediksi pihak berwenang Korsel. Pada Rabu (16/3), pemerintah memprediksi kenaikan kasus Covid-19 per harinya bakal berkisar di pertengahan 400 ribu.

Pejabat KDCA, Lee Sang-won, menyatakan sekitar 70 ribu kasus dan 200 kematian tak masuk dalam data selama beberapa hari terakhir. Ia pun menilai gelombang infeksi saat ini jauh lebih besar dari perkiraan.

Walaupun angka infeksi di Korsel tinggi, pemerintah tetap akan mencabut hampir seluruh pembatasan sosial di negara itu dalam beberapa hari ke depan. Langkah pemerintah ini juga didukung publik.

Sebelumnya, Korsel telah mengizinkan restoran buka hingga pukul 23.00, menghentikan kartu vaksin, dan berencana tak lagi mewajibkan karantina untuk pengunjung asing yang telah divaksinasi.

Meski demikian, Korsel masih membatasi pertemuan tatap muka maksimal enam orang dan mewajibkan penggunaan masker di seluruh ruang publik.

Sementara itu, hampir 63 persen penduduk Korsel telah mendapatkan vaksin booster. Sebanyak 86,6 persen populasi negara itu juga telah divaksinasi lengkap.

Pada akhir pekan lalu, KDCA mencatat penambahan kasus harian di negara tersebut mencapai 383.665 per Sabtu (12/3). Penambahan kasus tersebut menjadi rekor tertinggi di Korea Selatan setelah mencatatkan 342.433 pada Rabu (9/3).

Lonjakan kasus di Korsel terjadi di tengah penyebaran virus Corona varian Omicron yang semakin meningkat.

Dikutip Channel News Asia, Kementerian Kesehatan Korsel menyatakan, lebih dari satu juta orang isolasi mandiri akibat positif Covid-19 pada saat negara tersebut menggelar pemilihan pemilihan umum presiden pada Rabu (9/3/2022).

Oleh karena itu, negeri Ginseng menyediakan waktu 90 menit terakhir khusus untuk warga yang positif Covid-19.

Negara dengan total populasi 52 juta orang ini telah mencatat total 6.206.277 kasus Covid-19 dengan jumlah kematian sebanyak 10.144 kasus.

Mengutip Business Standard, wisatawan asing yang telah divaksinasi akan dibebaskan dari karantina selama 7 hari ketika berkunjung ke Korea Selatan. Kebijakan ini berlaku mulai 21 Maret mendatang.

Aturan tersebut akan berlaku bagi mereka yang telah melewati 14 hari dan berada dalam 180 hari setelah menerima dosis kedua, atau yang telah menerima dosis ketiga di Korea atau luar negeri.

Pada saat kedatangan, pemerintah akan memeriksa riwayat vaksinasi pelancong melalui sistem informasi pra-masuk karantina (Q-CODE).

Namun, pejabat karantina menekankan bahwa pelancong dari empat negara, yaitu Pakistan, Uzbekistan, Ukraina, dan Myanmar, masih harus melakukan isolasi diri selama tujuh hari. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*