Harga Token Kripto Asix Terjun bebas, Anang-Ashanty Panen Hujatan

Token Crypto Asix
Token Kripto ASIX Foto: dailyspin.id

JoSS, JAKARTA – Pasangan Anang Hermansyah dan Ashanty kini tengah menjadi gunjingan dan hujatan di media sosial, pasalnya harga token kripto Asix yang diluncurkan pasangan ini pada 22 Januari 2022 lalu.

Akun media sosial Anang, Ashanty, Asix Token, dan di TikTok, diserbu para pembeli token kripto Asix dan meminta pertanggungjawaban mereka agar diperbaiki atau uang dikembalikan lantaran harganya makin turun.

Di akun Instagram Anang Hermansyah misalnya. Ia mengunggah kembali unggahan dari Asix Token berupa foto promosi demo game congklak yang dirilis Asix, empat hari lalu, 18 Maret 2022. “Kabar bahagia buat kalian semua nih, game Congklal demo version sudah rilis,” tulis akun itu, seperti dikutip dari tempo.co.

Alih-alih mendapatkan tanggapan positif, para pembeli malah melampiaskan kekesalan mereka kepada bapak empat anak itu. “Asix Token apa kabarnya Om, gue beli di 80, hari ini turun ke 15 huuhuhu,” tulis @mita***.

“Kasihan emak-emak beli di pucuk diajak Bu Ashanty,” tulis @edi***. “Harga Asix semakin hancur. Seiring launching game dan dev @ananghijau ulang tahun,” tulis adi***. “Selamat malam para donatur @asixtoken. Terima kasih ya atas sumbangannya. By @ananghijau,” tulis @eza*** yang mencemooh.

Cemoohan pun mengalir di akun TikTok @asixtokeninfo. Setiap unggahan yang memperlihatkan semua keluarga Anang tengah mempromosikan game congklak yang ditawarkan di Token Asix justru menjadi bahan cemoohan dan umpatan yang meminta pertanggungjawaban pasangan ini.

“Bayar mahal cuma buat main main congklak? Mending ke pasar beli Rp 20 ribu,” tulis @3rry***. “Kemarin judi online berbasis trading.

Sekarang game congklal berbasis trading,” tulis @user34***. “Anak kecil dipaksa bilang bagus, apa hubungannya sama itu token. Apakah nanti anak kecil disuruh main token,” tulis @nang*** yang mengomentari unggahan saat salah satu anak Anang yang masih bocah ditanya ayahnya apakah bagus atau tidak permainannya.

Untuk diketahui, Anang Hermansyah dan Ashanty merilis token kripto bernama ASIX ke pasar NFT yang dikembangkan bersama pakar metaverse dari IDM Token, MC Basyar. Token kripto tersebut ludes terjual saat pertama rilis secara terbatas pada 27 Januari lalu. Diketahui Ariel NOAH dan Judika ikut membeli ASIX. Instagram/ananghijau

Akun TikTok Asix Token juga mengunggah pernyataan pakar trading pada 13 Maret 2022. “Kalau orang yang trading itu kan dapatnya uang receh, kalau orang buy and hold dapatnya pasti besar karena untuk mendapatkan uang besar itu bukan dari jual beli saham tapi dari menunggu, dari waiting,” kata pria yang disebut pakar trading itu.

Unggahan ini, lagi-lagi mendapatkan celaan netizen. “Sekejam-kejamnya saham, lebih kejam Asix gak ada naiknya, udah hilang rasa trust sekarang developer buyback sudah terlambat,” tulis Alestic.

Permintaan tanggung jawab dikeluhkan ibu-ibu, seperti dalam video kompilasi keluhan mereka yang diunggah di akun TikTok @mei21mei pada 14 Maret 2022. Mereka meminta pertanggung jawaban kepada Ashanty dan Anang Hermansyah. “Ini kenapa ya Bund, saya beli Rp 10 juta, kenapa sekarang sisa Rp 5 juta?” tulis @anifazlina***. “Ada Pak Anang di sini? Kemarin saya beli sekitar Rp 30 juta kenapa sekarang duit saya jadi Rp 12 juta? Saya diimingi-imingi bisa pergi umrah kalau beli ini. aduh, mana mau dipakai anak saya untuk kuliah,” tulis @Lili***.

Bahkan, ada seorang yang mengaku petani mempertaruhkan modal bertaninya demi membeli token Asix karena iming-iming keuntungan berkali lipat. “Mas Anang dan teman sekalian, saya sudah coba beli token modal Rp 17 juta hasil tanam jagung tapi pagi ini menyusut jadi Rp 8 juta saya lihat, bagaimana menjualnya Mas Anang, saya buat modal beli pupuk dan bibit,” tulis @faisal***.

Setelah diluncurkan pada Januari, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) pada pertengah bulan lalu menyatakan aset digital ASIX tersebut tidak bisa diperdagangkan karena belum ada izin di Indonesia. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*