Bubur Samin Banjar, Kuliner Khas Ramadan Yang Selalu Ditunggu Warga Solo

Bubur Samin Banjar
Bubur Samin Banjar -Foto : instagram @thoric.idn

JoSS, RAMADAN tinggal menghitung hari lagi, sejumlah masyarakat sudah mempersiapkan baik secara batin maupun fisik untuk menyambut bulan suci ini. Salah satu hal yang dirindukan pada saat bulan Ramadan adalah kuliner-kuliner berbuka puasa yang hanya ada setahun sekali. Setiap daerah memiliki makanan khas sendiri saat Ramadan. Ada satu kuliner khas Solo yang hanya bisa ditemui saat Ramadan saja, yaitu Bubur Samin Banjar.

Bubur samin ini dibagikan gratis takmir Masjid Darussalam di Kampung Jayengan. Bubur khas Banjar ini menjadi takjil khas yang selalu dinantikan sejumlah warga di Kota Solo.

Biasanya selama Ramadan dapur Masjid Darussalam terpantau ramai. Proses meracik bubur samin di sana dimulai sejak pagi. Beberapa juru masak andalan mulai memasak sekitar 50 kilogram beras untuk 1.000 porsi bubur sejak pukul 11.30 WIB hingga 15.00 WIB.

Bubur ini terasa spesial karena diolah menggunakan minyak samin dengan bumbu racikan lainnya seperti kapulaga, daun seledri, daun bawang, bawang bombay, wortel, adas, jinten, kayu manis, pala, ketumbar, jahe, kunyit, lengkuas, dan kemiri.

Bubur ini semakin sedap dengan tambahan susu dan sumsum sapi yang membuat rasanya semakin gurih. Dilansir dari Solopos.com, setiap menjelang ashar hingga magrib, warga mulai berdatangan menunggu pembagian bubur samin ini. Mereka membawa wadah sendiri dari rumah dan berjubel mengantre pembagian bubur samin ini.

Untuk diketahui, tradisi pembagian bubur samin sebagai takjil di Masjid Darussalam Solo ini telah dilakukan sejak 1985. Dulu hanya warga Solo saja yang mengantre pembagian bubur ini. Namun belakangan ada juga warga dari luar Solo yang ikut mengantri untuk mencicipi kelezatan takjil ikonis tersebut.

Dikutip dari Antara, bubur samin yang menjadi takjil Masjid Darussalam ini dianggap mempersatukan warga. Pasalnya banyak orang yang datang untuk merasakan kuliner khas Ramadan di Solo tersebut. Banyak orang meyakini, jika mendapatkan bubur ini berarti memperoleh banyak berkah dan rezeki.

Awalnya bubur samin disajikan untuk mengobati kerinduan masyarakat Banjar yang banyak tinggal di Solo. Kawasan di sekitar Masjid Darussalam ini memang terkenal dihuni perantau asal Banjar.

Merujuk pada sejarah, bubur samin telah menjadi takjil di Masjid Darussalam sejak 1930. Bubur ini biasa dinikmati pengurus dan jamaah masjid saat berbuka puasa setiap Ramadan.

Pada 1985, takmir masjid mulai membagikan bubur tersebut kepada masyarakat sekitar. Pembagian bubur ini dilakukan menjelang buka puasa.

Setiap hari selama Ramadan, pengurus masjid menyiapkan lebih dari 1.000 porsi bubur samin. Sekitar 900 porsi bubur akan dibagikan gratis untuk masyarakat, sementara sisanya akan disantap bersama sebagai menu berbuka di masjid.

Proses meracik bubur samin di Masjid Darussalam Solo dimulai sejak pagi. Beberapa juru masak andalan mulai memasak sekitar 50 kilogram beras untuk 1.000 porsi bubur sejak pukul 11.30 WIB hingga 15.00 WIB.

Bubur ini terasa spesial karena diolah menggunakan minyak samin dengan bumbu racikan lainnya seperti kapulaga, daun seledri, daun bawang, bawang bombay, wortel, adas, jinten, kayu manis, pala, ketumbar, jahe, kunyit, lengkuas, dan kemiri. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*