Tim Mahasiswa UNY Membuat Alat Penggorengan Kerupuk Rendah Minyak Bernama Health Fryer

Alat penggorengan kerupuk rendah minyak Bernama Health Fryer bikinan mahasiswa UNY. (Foto: uny.ac.id)

JoSS, JOGJA – Tim mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) membuat terobosan dengan membuat alat penggorengan kerupuk rendah kandungan minyak yang dinamai Health Fryer untuk meningkatkan kualitas kerupuk.

Mereka adalah Novita Wulandari prodi Pendidikan Fisika, Retno Widyastuti prodi Fisika dan Reza Akhmad Mulyono prodi Teknik Manufaktur.

Menurut Novita Wulandari health fryer ini menggunakan sumber panas dari gas elpiji. “Alatnya seperti oven tapi di bagian paling bawah terdapat tempat minyak, namun dalam menggoreng kerupuknya itu tidak langsung dengan minyak,” kata Novita, dilansir dari uny.ac.id, Senin (21/2/2022).

Health Fryer terdiri dari 4 rak dimana rak paling bawah merupakan tempat minyak dan 3 rak di atasnya adalah tempat menggoreng kerupuk. Metode penggorengannya menggunakan uap minyak panas yang berada di rak paling bawah.

Ukuran alat ini panjang 55 cm, lebar 48 cm dan tinggi 62 cm. Retno Widyastuti menambahkan alat ini dibuat dari bahan plat galvanis dan dilengkapi termometer sebagai pengukur suhu. “Kami bekerjasama dengan UMKM Kerupuk Sumber Barokah di Kebumen sebagai mitra” katanya.

Menurutnya produksi kerupuk di daerah Kebumen tergolong masih sedikit karena kebanyakan para pedagang hanya membeli kerupuk mentah yang siap untuk dipasarkan. Hal tersebut merupakan peluang besar untuk usaha ini dalam memasarkan produk. Proses produksi yang dilakukan oleh mitra yaitu penggorengan sampai pemasaran.

Reza Akhmad Mulyono menjelaskan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam membuat health fryer ini adalah regulator, pipa dan saluran gas, thermometer, saluran penghubung, loyang tempat minyak dan kerupuk serta pegangan dan pengunci pintu.

Baca juga: UNY Siap Tampung Mahasiswa Baru di 60 Program Studi Melalui Tiga Jalur Seleksi
Tim mahasiswa UNY pembuat alat penggorengan kerupuk rendah minyak ‘Health Fryer’: Novita Wulandari prodi Pendidikan Fisika, Retno Widyastuti prodi Fisika dan Reza Akhmad Mulyono prodi Teknik Manufaktur. (foto: uny.ac.id)

Cara menggunakannya, pertama kali sambungkan pipa gas pada saluran gas yang tersedia pada bagian belakang kemudian putar regulator dengan arah yang berlawanan jarum jam. Nyalakan pipa gas menggunakan pemantik api dan letakkan loyang pada tempat yang disediakan.

Masukkan minyak dan tunggu sampai mendidih dan suhu didalam  ruang tertutup alat mencapai 170˚C yang dapat dilihat pada termometer yang tertera pada bagian luar alat). Masukkan kerupuk kedalam 3 rak yang tersedia dan tunggu sampai setengah mengembang.

Kecilkan api agar suhu tetap stabil dan tunggu sampai kerupuk mengembang dengan baik. Setelah matang keluarkan loyang dan matikan api dengan memutar regulator searah jarum jam. “Dari uji coba didapatkan hasil bahwa kerupuk akan mengembang maksimal setelah 8 menit pada suhu 2200 Celcius” kata Reza.

Pemilik UMKM Sumber Barokah Suhadi Hermawan mengatakan bahwa alat ini bisa diimplementasikan sebagai alternatif penggorengan kerupuk yang lebih rendah kandungan minyak. “Akan lebih baik dibuat lebih besar ukuran alatnya agar kuantitasnya bisa maksimal,” kata Suhadi Hermawan.

Karya ini berhasil meraih dana Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penerapan Iptek. Hal ini juga merupakan salah satu upaya UNY dalam agenda pembangunan berkelanjutan pada bidang pendidikan bermutu dan kemitraan. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*