Siap-siap, Prambanan Jazz Festival Juli 2022 Bakal Penuh Kejutan

Ilustrasi (Foto: jejakakiharda.com)

JoSS, JOGJA – Rajawali Indonesia mengumumkan pelaksanaan Prambanan Jazz Festival (PJF) akan diselenggarakan secara offline di Lapangan Rama Shinta, Candi Prambanan pada  1-3 Juli 2022. Konser musik tahunan ini akan menghadirkan deretan musisi tanah air dari tiga generasi.

Prambanan Jazz Festival akan menggabungkan tiga generasi musik di Indonesia dari era 90-an sampai saat ini. Ada Mus Mujiono yang akan berkolaborasi dengan Deddy Dhukun dan Everyday, Kahitna, Iskandar Widhaya berkolaborasi dengan Erik Shondy, Andien, Maliq & D’Essentials, Sore serta penampil dari Jogja seperti Kukuh Ku Damai feat Ndarboy Genk dan Orkes Sinten Remen feat Hiphop Foundation.

Sejumlah nama lain akan diumumkan segera, menyusul keputusan yang lainnya.

Founder Rajawali Indonesia & CEO Prambanan Jazz Festival, Anas Syahrul Alimi, berharap acara tahun ini dapat terselenggara seperti yang direncanakan dan menjadi angin segar bagi seni pertunjukan seiring diperbolehkannya penyelenggaraan acara secara langsung.

Ia mengatakan PJF ke-8 ini berusaha untuk melakukan adaptasi meskipun tidak bisa disamakan dengan kondisi sebelum pandemi. Jumlah penonton yang hadir pun akan dibatasi.

“Kami akan tetap mencoba sehingga ekosistemnya tetap bisa berjalan karena perekonomian di daerah ini akan sangat berjalan ketika event-event ini sudah mulai bergeliat lagi,” kata Anas saat konferensi pers virtual, Rabu (23/2/2022).

Bagi penonton yang tak bisa hadir secara langsung, penyelenggara PJF juga menyiapkan live streaming yang disiarkan di Indihome, UseeTV iKonser Channel 459 SD / 949 HD.

Baca juga: Catat Tanggalnya, Jogja Volkswagen Festival Digelar Juli Mendatang

Rajawali Indonesia menyiapkan banyak kejutan untuk agenda Prambanan Jazz Festival 2022 yang rencananya digelar pada 1 sampai 3 Juli 2022 di Lapangan Rama Shinta kompleks Candi Prambanan, Sleman.

Anas memaparkan kejutan itu antara lain penggabungan seni dan teknologi lewat pemanfaatan teknologi ekonomi digital terbarukan berupa non-fungible token (NFT) bernama Prambanan Jazz NFT.

“Ini menjadi yang pertama kalinya sebuah konser musik memanfaatkan teknologi NFT di ranah festival musik Indonesia. Bukan saja sebagai kolektibel item melainkan sebagai program loyal yang memberikan manfaatkan eksklusif kepada para pemilik,” ujarnya.

Selaku yang dipasrahi sebagai yang mengurusi NFT, Robin Syihab, Direktur TNT & Founder Rantai Nusantara Foundation, memaparkan Prambanan Jazz NFT merupakan bentuk baru program loyalitas berbasis teknologi blockchain. “Prambanan Jazz NFT bisa didapatkan di nft.prambananjazz.com,” ungkapnya.

Co Founder Prambanan Jazz Festival Bakkar Wibowo memaparkan untuk edisi kali ini yang bertepatan dengan delapan tahun penyelenggaraan Prambanan Jazz Festival, tema yang diangkat adalah Sewindu Merayakan Rindu.

“Dengan situasi orang-orang yang sudah merindukan konser, tema yang diangkat tentunya akan sangat pas, apalagi Jogja itu terbuat dari rindu. Karena itu, di edisi kali ini PJF akan dikonsep hybrid, menggabungkan daring dengan luring,” jelasnya.

Anas menambahkan selama tiga hari penyelenggaraan, setiap harinya dibatasi 2.500 orang untuk hadir secara luring. Selebihnya, para penonton bisa menyaksikan lewat siaran daring di channel iKonser.

Direktur Utama PT. TWC Borobudur Prambanan dan Ratu Boko memaparkan protokol kesehatan sangat dikedepankan dalam penyelenggaraan ini. Mereka yang akan hadir secara luring diwajibkan mengantongi dua kali vaksin pencegahan Covid-19. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*