Sejumlah Maskapai Internasional Tangguhkan Penerbangan Rute Ukraina

Ilustrasi

JoSS, JERMAN – Sejumlah maskapai internasional mulai menangguhkan layanan penerbangan rute Ukraina menyusul kekhawatiran adanya invasi Rusia ke Ukraina yang bisa meledak kapan saja. Salah satunya maskapai Jerman Lufthansa Group yang menutup sementara penerbangan ke Kiev dan Odessa.

“Keamanan penumpang dan kru pesawat kami adalah prioritas utama. Lufthansa terus memonitor situasi dari dekat dan berhubungan dekat dengan otoritas nasional dan internasional,” seperti dikutip dari pernyataan perusahaan pada Sabtu, dilansir CNBC, Minggu (20/2/2022).

Perusahaan membawahi sejumlah maskapai lainnya seperti Austrian Airlines, Swiss International Air Lines, dan Eurowings. Swiss juga akan menangguhkan penerbangan ke Kiev mulai Minggu sampai 28 Februari.

Maskapai ini juga memutuskan tidak akan terbang di atas Ukraina untuk mencapai destinasi lainnya. Sebelumnya, maskapai Belanda, KLM Royal Dutch Airlines telah mengambil langkah serupa pada pekan lalu.

Maskapai Ukraina SkyUp Airlines mengatakan bahwa penerbangan dari Madeira, Kepulauan Portugal, terpaksa harus mendarat di Moldova pada pekan lalu karena perusahaan yang menyewakan armadanya mengatakan tidak bisa masuk ke wilayah udara Ukraina.

Baca juga: Presiden Ukraina Bantah Rusia Tarik Pasukan, NATO: Belum Ada Upaya De-eskalasi

Sementara itu, pada Jumat (18/2/2022) Intelijen militer Ukraina mendapat informasi bahwa pasukan khusus Rusia telah memasang bahan peledak di sejumlah fasilitas infrastruktur sosial di Donetsk yang dikuasai separatis.

“Aksi ini bertujuan untuk mengacaukan situasi di wilayah pendudukan sementara di negara kami sekaligus membuat alasan untuk menuding Ukraina melakukan tindakan teroris,” demikian keterangan Intelijen Pertahanan Dinas Keamanan Negara Ukraina di akun resmi Twitter miliknya, sebagaimana dilansir dari bisnis.com. Otoritas mendesak warga Donetsk untuk tidak keluar rumah dan menggunakan transportasi umum.

Kelompok separatis yang didukung Rusia pada Jumat (18/2/2022) mengumumkan evakuasi dan membawa pergi warga sipil dari kawasan yang memisahkan diri di Ukraina timur dalam konflik, yang dinilai negara Barat akan dimanfaatkan oleh Moskow sebagai pembenaran bagi invasi habis-habisan di negara tetangganya.

Dinas Keamanan Federal Rusia tidak langsung menanggapi permintaan untuk mengomentari tudingan Ukraina. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*