JoSS, JAKARTA – Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Zulfikri menyatakan Kereta cepat Jakarta-Semarang menjadi proyek prioritas pembangunan nasional pada 2022.
Dia menyebutkan kereta cepat Jakarta-Semarang akan memangkas waktu tempuh perjalanan dari 5 jam menjadi 3,5 jam. Selain kereta cepat Jakarta-Semarang, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang tengah dikerjakan juga masuk dalam daftar proyek prioritas.
Selain kereta cepat Jakarta-Semarang, proyek Kereta Api Makassar-Pare-Pare dan sistem angkutan umum massal perkotaan di 6 wilayah metropolitan juga menjadi prioritas. Ketiga proyek tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan pelayanan kereta api untuk masyarakat.
“Sasaran prioritas nasional yaitu memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar melalui major project: Kereta Api Makassar Pare Pare, Kereta Cepat Pulau Jawa dan Sistem Angkutan Umum Massal di 6 wilayah metropolitan,” kata Zulfikri dalam Rapat Dengar Pendapat Kementerian Perhubungan dengan Komisi 5 DPR RI, Rabu (9/2).
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memasukkan proyek kereta cepat Jakarta-Semarang ke daftar proyek prioritas strategis. Hal itu tercantum dalam Lampiran II Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024.
Dilansir dari CNNIndonesia, selain kereta cepat Jakarta-Semarang, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang tengah dikerjakan juga masuk dalam daftar proyek prioritas.
Kedua proyek kereta kecepatan tinggi di pulau Jawa itu diperkirakan akan menghabiskan anggaran sebesar Rp63,6 triliun. Sebesar Rp42 triliun di antaranya berasal dari skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Sementara, Rp21,6 triliun sisanya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Baca juga: Reaktivasi Jalur Kereta Api Tawang Tanjung Emas Tunggu Tanggul Pembatas Antisipasi Banjir Rob
Pelaksana kedua proyek itu melibatkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan badan usaha.
Kereta cepat Jakarta-Semarang merupakan bagian mega proyek Semi High Speed Rail (S-HSR) Jakarta-Surabaya.
Dilansir dari situs Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), proyek S-HSR Jakarta-Surabaya sudah dilakukan tahap penandatangan MoU pada akhir September 2019 antara Indonesia dan Jepang.
Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan Summary Record Proyek Peningkatan Kecepatan Kereta Api Lintas Utara Jawa, 24 September 2019 lalu.
Zulkifli mengatakan pembangunan masih dalam tahap penyiapan. Rencananya, pembangunan rel kereta api akan dibuat dengan menambahkan satu jalur di lintasan rel kereta api Jakarta-Surabaya. Rel tersebut akan dibuat sesuai spesifikasi kecepatan kereta yang bisa menembus 160 km/jam.
Dengan proyek ini, waktu perjalanan Jakarta-Semarang diharapkan bisa dipangkas dari 5 jam menjadi 3,5 jam, dengan kecepatan kereta 160 km/jam. Berbeda dengan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang bekerja sama dengan China, dalam proyek ini pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Jepang.
Pembangunan kereta cepat Jakarta-Semarang diperkirakan membutuhkan biaya sebesar Rp58 triliun. Pembiayaan bersumber dari APBN dan pinjaman dari Jepang. (lna)

Leave a Reply