Jelang Sosialisasi, Hartopo Usulkan Jalan Tol Demak-Tuban Ada Exit Tol di Kudus

Ilustrasi (Foto: verdian276.weebly.com)

JoSS, KUDUS – Bupati Kudus Hartopo meminta Jalan Tol Demak-Tuban menyediakan gerbang tol di Kudus, sehingga bisa ikut mendongkrak perekonomian masyarakat setempat. Proyek nasional yang rancananya mulai dibangun 2025 ini terbagi menjadi tiga ruas diantaranya Manyar-Tuban, Tuban-Demak dan Ngawi-Bojonegoro-Lamongan-Tuban-Manyar Gresik.

“Kudus wilayahnya memang kecil, tetapi banyak industri besar sehingga ketika tersedia exit tol di wilayah Kudus harapannya bisa tambah maju perekonomiannya. Apalagi, Kudus merupakan salah satu wilayah penopang perekonomian di Jateng dan memberikan devisa luar biasa,” katanya, seperti dilansir dari Antara, Selasa (15/2/2022).

Menurut dia, proyek Jalan Tol Demak-Tuban sudah ada perencanaannya dari Kementerian PUPR, namun apakah ada tidaknya exit tol di Kudus, belum diketahui. Sosialisasi rencana pembangunan jalan tol tersebut hingga kini juga belum dilakukan, sehingga Pemkab Kudus juga belum mengetahui detail perencanaannya.

“Informasinya, exit tol ada di Karanganyar, Demak. Kalaupun diundang untuk mengikuti sosialisasi tentunya akan mengajukan permintaan di Kudus disediakan exit tol,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus Agustinus Agung Karyanto mengakui pada Selasa ini memang mengundang sembilan kepala desa untuk diinformasikan nantinya akan ada proyek Jalan Tol Demak-Tuban.

Di antaranya, untuk Kecamatan Mejobo ada Kepala Desa Kesambi, Jojo, Temulus, sedangkan Kecamatan Undaan terdapat Kepala Desa Undaan Lor, Wates, Ngemplak, serta Kecamatan Jekulo ada Kepala Desa Sadang, Bulung Cangkring dan Bulung Kulon.

Baca juga: Tol Terpanjang di Indonesia Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap Mulai Dibangun Tahun Ini

Untuk sosialisasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), katanya, dijadwalkan pada 21 Februari 2022, sehingga informasi detail soal proyek nasional tersebut belum mendapatkan.

“Kalaupun benar akan ada pembebasan untuk proyek tersebut, masyarakat yang mendapatkan ganti untung sebaiknya jangan euforia dibelikan barang konsumtif. Lebih baik dibelikan barang yang produktif dan investasi,” ujarnya.

Seperti diketahui, proyek tol Demak-Tuban merupakan kelanjutan dari proyek strategis nasional tol Semarang-Demak, bagian jaringan Tol Trans Jawa koridor Pantai Utara Jawa.

Koridor ini akan menghubungkan wilayah Semarang, Demak,Tuban, hingga Gresik. Untuk ruas tol Gresik – Surabaya sendiri telah terhubung oleh konektivitas Jalan Tol dan telah dioperasikan sejak lama.

Adapun ruas jalan tol Demak-Tuban dari wilayah Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang (Jateng) akan masuk ke Jatim di wilayah Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban.

Lokasi tersebut berbeda dengan jalur jalan trans pantai utara (Pantura) Jawa yang berada di perbatasan Kecamatan Sarang, Rembang dan Kecamatan Bancar, Tuban.

Pembangunan proyek Jalan Tol Demak–Tuban diperkirakan akan dimulai tahun 2025 mendatang. Sebanyak tiga kecamatan di Kabupaten Kudus, bakal dilewati proyek Jalan Tol Demak-Tuban sebagai kelanjutan Tol Semarang-Demak itu.

Rencana pembangunan Tol Tuban yang di bagi menjadi tiga ruas di antaranya Manyar-Tuban, Tuban-Demak dan Ngawi-Bojonegoro-Lamongan-Tuban-Manyar Gresik. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*