JoSS, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis level di wilayah Jawa-Bali diperpanjang hingga sepekan ke depan yaitu sampai dengan 21 Februari 2022.
“PPKM akan dilakukan penyesuaian kembali, nanti dituangkan dalam Inmendagri yang akan terbit hari ini,” kata Luhut dalam konferensi pers dikutip dari YouTube Setpres, Senin (14/2/2022).
Luhut mengatakan pada periode PPKM pekan ini, pemerintah akan menyesuaikan batas maksimum work from office di level 3 yang sebelumnya 25 persen menjadi 50 persen atau lebih. Hal itu dilakukan untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 di perkantoran.
Selain itu, dia mengungkapkan aktivitas seni budaya, sosial hingga fasilitas umum dan wisata, akan dinaikkan menjadi 50 persen dari kapasitas maksimal.
“Dengan begitu pedagang di pinggir jalan mulai dari tukang gorengan, tukang bakso hingga pekerja seni seperti penampilan wayang dan aktor drama dapat beraktivitas dan tidak perlu dirumahkan,” ujarnya.
Luhut menyampaikan bahwa detail aturan PPKM tersebut akan tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) akan segera diterbitkan. Meski demikian, Luhut mengimbau masyarakat untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi primer dan booster bagi yang belum.
Sementara itu tren kasus harian Covid-19 di DKI Jakarta terindikasi mulai melewati masa puncak kasus Covid-19 varian Omicron. “Tren kasus di DKI Jakarta menunjukkan tanda-tanda mulai melewati masa puncaknya baik kasus harian, kasus aktif, maupun rawat inap mulai mengalami penurunan,” kata Luhut.
Baca juga: Puncak Gelombang 3 Covid-19 di Indonesia Diprediksi Terjadi Hingga Tiga Pekan ke Depan
Namun, sambungnya, peningkatan justru mulai terjadi di Yogyakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Dia menyebut peningkatan kasus Covid-19 di sejumlah daerah tersebut tercatat masih di bawah puncak kasus Delta.
Menurutnya, jumlah kasus harian hingga tingkat rawat inap di rumah sakit di ketiga wilayah tersebut masih lebih rendah dibandingkan gelomhang Covid-19 varian Delta. Luhut juga menyampaikan bahwa secara umum tingkat rawat inap di rumah sakit dan tingkat kematian akibat Omicron juga lebih rendah dibandingkan Delta.
Meski demikian, Luhut mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap remeh Omicron tetapi juga tidak ketakutan yang berlebihan
Epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono menyampaikan kabar baik terkait kasus Covid-19 varian Omicron di DKI Jakarta. Pandu menyebut bahwa DKI Jakarta telah terindikasi melampaui puncak kasus Covid-19 varian Omicron.
“Kabar baik bagi penduduk Jakarta. Data mengindikasikan sudah melewati puncak lonjakan omikron. Harapannya akan terus turun pd minggu-minggu mendatang,” kata Pandu melalui akun Twitter @drpriono1, Senin (14/2/2022). Lebih lanjut, Pandu juga mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi dosis ketiga.
“Pertahankan kondisi ini dengan tetap jaga prokes dan melengkapi vaksinasi sampai suntikan ke 3. @aniesbaswedan @dinkesJKT,” tulisnya kemudian, dilansir dari bisnis.com. (lna)

Leave a Reply