Baru Tiga Hari Menjabat, Perdana Menteri Peru Hector Valer Mengundurkan Diri

Perdana Menteri Peru Hector Valer (Foto: larepublica.pe)

JoSS, PERU – Perdana Menteri Peru yang baru, Hector Valer, mengundurkan diri pada Sabtu (5/2), sehari setelah Presiden Pedro Castillo mengumumkan akan memperbaharui kabinetnya lagi di tengah krisis pemerintahan.

Valer adalah Perdana Menteri Peru ketiga dalam enam bulan pemerintahan Castillo. Dia menyebut pengunduran dirinya ini lantaran banyak ‘tembakan mesin dari surat kabar yang menciptkan gambaran dirinya sebagai orang yang kasar dan kejam.’

Mengutip AP, media lokal merilis pengaduan polisi terhadap Valer atas kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Saat itu, istri dan putrinya menuduh dia melakukan agresi fisik, termasuk menendang, meninju, dan menarik rambut.

Valer membantah telah menyerang dan melakukan KDRT mereka. Istrinya meninggal pada tahun 2021.
Pengunduran diri ini membuat Valer ‘dinobatkan’ sebagai PM terpendek Peru selama 42 tahun terakhir. Dia hanya menjabat selama 3 hari.

Terkait pengunduran diri tersebut, Presiden Castillo akan menunjuk perdana menteri baru, yang keempat, dan telah berjanji Kabinet baru akan berbasis luas dan terbuka untuk semua partai politik.

Baca juga: Pemerintahan PM Inggris Boris Johnson Makin Gembos, 4 Staf Utamanya Mundur

Sampai saat ini pemerintahan Castillo yang telah memenangkan pilpres Juni 2021 lalu tetap terperosok dalam krisis. Untuk pertama kalinya, orang-orang yang sempat memilihnya di Pemilihan 2021 protes akan ketidak hati-hatiannya dalam memilih menteri.

Mantan kandidat konservatif Keiko Fujimori, yang kalah dari Castillo, sebelumnya mengatakan bahwa presiden Peru harus mengundurkan diri.

“Dia tidak tahu bagaimana memilih orang, dia tidak merasa bertanggung jawab atas posisi itu,” katanya, dilansir dari CNNIndonesia.com.

Seperti diketahui Pedro Castillo menjadi presiden terpilih Peru usai resmi memenangkan putaran kedua pemilihan umum yang diselenggarakan pada 6 Juni lalu.

“Saya menyatakan Pedro Castillo sebagai Presiden Republik Peru dan Dina Boluarte sebagai Wakil Presiden Pertama,” kata Ketua Komisi Pemilu Peru, Jorge Salas, saat mengumumkan hasil resmi pemungutan suara kala itu.

Dalam pernyataan perdananya usai resmi memenangkan pemilu, Castillo menyerukan persatuan nasional. “Saya memohon upaya dan pengorbanan perjuangan dalam menjadikan negara ini adil dan berdaulat,” kata Castillo seperti dikutip Reuters.

Castillo merupakan mantan guru sekolah dan putra dari seorang petani di Peru. Saat kampanye, pria 51 tahun itu berjanji menyusun ulang konstitusi dan menaikkan pajak perusahaan pertambangan di negara penghasil tembaga terbesar kedua di dunia tersebut.

Namun, Castillo mengurangi retorikanya dalam beberapa pekan terakhir dan mengisyaratkan pendekatan yang lebih moderat dan ramah pasar. Castillo berjanji dia akan bekerja menciptakan stabilitas ekonomi negara di Amerika Selatan itu.

Hasil pemilu seharusnya keluar lebih cepat, tapi ditunda akibat proses banding pesaing Castillo, politikus sayap kanan Keiko Fujimori, terkait tuduhan kecurangan surat suara. Fujimoro merupakan putri dari mantan Presiden Alberto Fujimoro yang tengah dipenjara.

Castillo pun meminta rivalnya itu legowo dengan kekalahan dan bekerja sama membangun Peru agar lebih baik.

“Saya meminta agar Keiko Fujimoro tak menempatkan penghalang di jalan sehingga kita dapat bergerak maju dan menjadikan pemerintahan ini untuk semua rakyat Peru,” ucap Castillo. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*