Warga Di Sekitar Kali Code Jogja Diminta Manfaatkan Potensi Kawasan Itu Jadi Destinasi Wisata Baru

Ilustrasi, Babinsa Koramil 06/Mergangsan saat memantau dearah Sungai Code beberapa waktu lalu (Foto: kodim0734.jogjakota.go.id)

JoSS, JOGJA – Pemerintah Kota Yogyakarta mendorong sejumlah kampung yang berbatasan dengan kawasan sungai dapat memanfaatkan potensi wilayah itu sebagai destinasi wisata baru. Seperti Kali Code misalnya, sungai yang membelah Kota Jogja menjadi bagian barat dan timur, ini menjadi salah satu landmark dan memiliki nilai sejarah yang tinggi.

Sebagai daerah yang kian padat penduduk, Kota Yogyakarta mampu menggenjot penataan infrastruktur sungai-sungai, baik sungai besar dan sungai kecil agar menarik disambangi.

“Seperti Kali Code, masih bisa dikembangkan sebagai infrastruktur pariwisata dan destinasi wisata,” kata Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Senin (17/1/2022).

Kali Code, menurut Heroe, bukan sekadar sungai. Alirannya melintasi kampung Kotabaru yang selama ini menjadi kawasan heritage dengan banyaknya sebaran bangunan bersejarah. Menata Kali Code bisa selaras dengan pembenahan bagian lain Kotabaru. Di Kotabaru, pemerintah sedang memugar jalur pedestrian.

Heroe melanjutkan, belum semua wisatawan familiar dengan kawasan Kotabaru Yogyakarta. Padahal, Kotabaru selama ini menjadi salah satu kawasan strategis yang menyangga sumbu filosofis Yogyakarta. Cakupan Kotabaru adalah kawasan Tugu Jogja, Malioboro, Keraton Yogyakarta, Panggung Krapyak.

Baca juga: Dukung Pariwisata, Lion Air Kembali Buka Jalur Penerbangan Jogja-Bali

“Dengan begitu, penataan kawasan Kotabaru berkorelasi dengan perwajahan kawasan sungainya, yakni Kali Code,” ujar Heroe, dilansir dari tempo.co.

Pemerintah akan membangun infrastruktur pariwisata di sekitar Kali Code untuk membuka akses ekonomi dan sosial masyarakat. Kali Code yang indah juga dapat menjadi “halaman depan” rumah penduduk sekitarnya.

Pada Januari 2022, Pemerintah Kota Yogyakarta membenahi permukiman penduduk di pinggir sungai, termasuk sungai kecil. Salah satunya bantaran Sungai Tekik di Kampung Ngaglik, Kelurahan Giwangan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Sekarang, jalan di tepi sungai semakin mudah diakses dengan paving block dan lampu penerangan jalan.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kotabaru, Supardi menuturkan, konsep pembangunan yang akan dilaksanakan di Kotabaru berupa pengembangan kampung agar menjadi destinasi wisata budaya. “Kotabaru akan menjadi destinasi wisata cagar budaya karena memiliki potensi heritage yang menarik,” ujarnya.

Di Kotabaru terdapat sanggar seni, mulai dari seni karawitan, ketoprak, dan tari. Para seniman tergabung dalam Sanggar Seni Lestari Budaya, Kotabaru dan Widora Manis, Krasak. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*