JoSS, JEPARA – Beberapa hari terakhir viral di media sosial soal penjualan oleh sebuah perusahaan asing, hunian eksklusif di pinggir pantai di kawasan Pulau Karimunjawa Kabupaten Jepara yang ditawarkan kepada warga negara asing (WNA).
Menanggapi hal itu, Kepala Balai Taman Nasional Karimunjawa Titi Sudaryanti memastikan lokasi yang ditawarkan di media sosial tersebut bukanlah area Taman Nasional. Pihaknya menyatakan penyewaan ataupun penjualan hunian oleh sebuah perusahaan asing di dunia maya berada di luar kawasan tersebut.
“Yang bisa kami sampaikan bahwa adanya pembangunan atau penjualan lahan yang ada saat ini itu di luar kawasan Taman Nasional Karimunjawa,” tulis pihak TN Karimunjawa melalui pesan langsung akun Instagram.
Pihak TN Karimunjawa yang dihubungi memastikan dugaan penggunaan lahan untuk pihak asing itu tidak benar.
“Saya juga baru dengar dari media, saat saya cek dan pastikan lokasinya, ternyata itu di luar area Taman Nasional yang kami kelola,” katanya, dilansir dari CNNIndonesia, Selasa (18/1).
Baca juga: Jangan Asal Ngikut, Jual Foto KTP Melalui NFT Bisa Dibui 10 Tahun dan Denda Rp1 MIliar Lho
Menurutnya, rencana hunian tersebut ada di Desa Kemujan Kecamatan Karimunjawa yang notabene berstatus Areal Penggunaan Lain (APL) milik warga dengan sertifikat Hak Milik (SHM). “Titik lokasinya di Desa Kemujan, itu titik APL yang dimiliki warga, kebanyakan sudah berstatus hak milik,” ucap Titi.
“Kalau ada yang disewakan atau dijual ya kami tidak tahu karena di luar otorita kami. Kalau sekarang sih kondisinya masih lahan belum ada bangunan mirip perumahan atau apartemen,” terang dia.
“Kawasan Taman Nasional Karimunjawa meliputi Hutan Hujan Tropis Dataran Rendah, Hutan Mangrove dan sebagian besar wilayahnya adalah perairan. Dan tidak ada penjualan ataupun pembangunan di kawasan Taman Nasional Karimunjawa,” sambungnya.
Sebelumnya, akun Twitter @yoyen dengan nama Lorraine Riva mengungkapkan penjualan hunian mewah bernama The Startup Island seharga 49.500 Euro atau Rp808 juta per unit.
Sebelumnya masalah jual beli rumah ini mencuat setelah unggahan netizen di media sosial. Perhatian publik tertuju pada akun media sosial yang menunjukkan sebuah iklan perusahaan The Startup Islands yang menjual rumah di Karimunjawa seharga euro 49.500 (sekitar Rp808 juta).
Pada iklan itu bahkan disebut perusahaan sudah menjual 170 dari 300 rumah hanya dalam delapan bulan.
Selain itu iklan juga menyampaikan rumah yang dijual kelas perumahan premium, menghadap ke laut, punya akses ke pantai, klub pantai, gym, dan tenis. Rumah bisa ditinggali atau akan dibantu bila ingin disewakan untuk mendapatkan penghasilan bulanan yang disebut sekitar euro 8.000 (sekitar Rp130 juta per bulan). (lna)

Leave a Reply