JoSS, MALAYSIA – Rohana Abdullah, gadis 22 tahun keturunan Indonesia di Malaysia, kini bisa bernafas lega setelah sekian lama harus mengkhawatirkan status kewarganegaraannya. Setelah ditinggal ibunya ketika masih bayi, kini ia dipastikan bisa mendapatkan kewarganegaraan Malaysia.
Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sabri Yaakob, memastikan memberikan status kewarganegaraan kepada Rohana Abdullah.
“Insya Allah, demi masa depan Rohana, saya akan bantu beliau mendapatkan identitas kewarganegaraan dan kartu pengenalan,” kata Ismail dalam keterangan di akun Instagram resminya, Minggu (16/1/2022).
Dalam unggahan itu, Ismail menceritakan bahwa ia mengetahui keberadaan Rohana ketika gadis itu menjadi perbincangan di media sosial. Rohana menarik perhatian karena kisah hidupnya bersama ibu angkatnya yang berkebangsaan China, Chee Hoi Lan.
Kantor berita Antara melaporkan, ibu kandung Rohana merupakan petugas kebersihan di sekolah tempat Chee bekerja. Namun, sang ibunda pulang ke Indonesia dan tak kembali lagi. Chee pun merawat Rohana sejak gadis itu masih berusia 2 bulan.
Baca juga: Malaysia Segera Miliki Gedung 118 Lantai, Tertinggi Kedua di Dunia
Meski berbeda agama dan bangsa, mereka hidup rukun. Menurut Ismail, Rohana dibesarkan dengan baik dan mendapatkan pendidikan Islam meski ibu angkatnya berbeda agama.
“Buat Chee Hoi Lan, terima kasih. Salam hormat juga dari saya karena menjaga Rohana dengan penuh kasih sayang tanpa batas,” tulis Ismail. Di akhir pernyataannya, Ismail berkata, “Inilah keluarga Malaysia. Keluarga kita,” demikian tulisnya seperti dilansir dari CNNIndonesia.
Diketahui, sejak berusia dua bulan, Rohana pun dirawat oleh perempuan keturunan Tionghoa, Chee Hoi Lan. Selama dirawat oleh Chee, Rohana mendapatkan kasih sayang yang melimpah serta pendidikan yang layak. Ia juga mendapatkan pendidikan agama Islam meski berbeda keyakinan dengan ibu angkatnya.
“Aku mencintainya seperti anakku sendiri. Sejak [dia] kecil, saya memastikan dia makan makanan halal dan menjalankan ibadah sebagai seorang Muslim hingga hari ini,” ujar Chee, kepada Harian Metro Malaysia, Senin (12/1).
Ia kemudian berkata, “Sebelum saya mati, saya ingin melihatnya menikah, bekerja, dan bahagia.”
Namun, aral sempat melintang menghalangi studi Rohana. Kantor berita Bernama melaporkan bahwa Rohana sempat dipaksa keluar sekolah karena tak punya dokumen identitas. Ia pun mengalami gangguan kecemasan akibat masalah itu. (lna)

Leave a Reply