JoSS, JOGJA – Tim mahasiswa dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Yogyakarta melakukan penelitian bahwa penggunaan ekstrak rimpang lengkuas dapat digunakan sebagai bioreduktor untuk membasmi nyamuk Aedes Aegypti penyebab Demam Berdarah.
Tim terdiri dari Yasinta Dwi Salsabila dan Mia Luvita Sari prodi pendidikan kimia, Intan Tri Wahyuni prodi pendidikan biologi, Intan Damayanti prodi fisika dan Mifta Fajarwati prodi kimia.
Menurut Yasinta Dwi Salsabila lengkuas adalah herbal rhizomatous yang tumbuh kokoh dengan membentuk rumpun besar dan tinggi mencapai 3 meter. Kandungan Flavonoid lengkuas memiliki nilai konsentrasi dapat membunuh 50% larva Aedes aegypti atau memiliki nilai LC 50 < 50 ppm yaitu 29,8 ppm.
“Senyawa aktif yang ditemukan pada tumbuhan ini adalah saponin, terpenoid, fenolat, flavonoid, karbohidrat, alkaloid, glikosida, fitosterol dan minyak atsiri,” katanya, dilansir dari uny.ac.id.
Mia Luvita Sari menambahkan larvasida nabati berasal dari bahan alam yang beracun bagi serangga namun tidak berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Larvasida alami dapat ditemukan pada tumbuhan yang mengandung senyawa aktif seperti golongan sianida, saponin, tannin, flavonoid, alkaloid, steroid, dan minyak atsiri.
“Larvasida sendiri dapat diartikan sebagai golongan dari pestisida yang dapat membunuh serangga belum dewasa atau pembunuh larva, ” kata Mia.
Baca juga: Inobike UNY, Sepeda Listrik Karya Mahasiswa Yang Bisa Melaju Hingga 40 Kilometer
Sementara itu, Intan Tri Wahyuni mengatakan penelitian yang dilaksanakan di Laboratorium Penelitian III Kimia FMIPA UNY untuk pembuatan ekstrak rimpang lengkuas, sintesis hijau nanopartikel bimetalik Cu/Ni, pembuatan larvasida, dan karakterisasi nanopartikel bimetalik dengan UV-Vis.
“Uji aktivitas larvasida di Lab parasitologi UGM dan Uji PSA di Laboratorium terpadu FMIPA UNY,” katanya.
Pembuatan ekstrak limpang lengkuas adalah rimpang lengkuas dikupas, dicuci bersih dengan air keran, dan dibilas beberapa kali dengan air suling. Rimpang yang sudah bersih, diiris kemudia dikeringkan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari untuk menghilangkan kelembaban, selanjutnya dikeringkan dengan menggunakan oven.
Tahapan selanjutnya, rimpang lengkuas di haluskan dengan blender. Rimpang lengkuas kering ditimbang sebanyak 40 gram dan didispersikan dalam 800 mililiter akuades steril pada gelas kimia 1.000 militer.
Selanjutnya, bahan direbus pada suhu 80°C selama 20 menit. Setelah bahan dingin lalu disaring dengan kertas saring Whatman. Larutan ini dibuat dalam 7 variasi dengan beberapa kombinasi campuran. Menurut Intan larutan paling optimal untuk membasmi nyamuk adalah larutan dengan konsentrasi 100/1000 ml/L.
“Hanya dengan ekstrak lengkuas yang mudah dijumpai dan murah bisa membuat larutan tersebut menjadi nanopartikel dan dapat digunakan sebagai larvasida nyamuk aedes aegypti” tutupnya. Ini merupakan salah satu upaya UNY dalam agenda pembangunan berkelanjutan pada bidang pendidikan bermutu dan kesehatan. (lna)

Leave a Reply