JoSS, JOGJA – Sekitar 1.700 pedagang kaki lima (PKL) Malioboro telah medaftar untuk lapak baru yaitu di bekas gedung Dinas Pariwisata DIY dan bekas Bioskop Indra yang dijadwalkan bulan ini. Meski demikian, pedagang meminta proses pemindahan dilakukan setelah Lebaran 2022.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi menjelaskan lapak relokasi yang disiapkan untuk para PKL tersebut digratiskan untuk sementara, tanpa dipungut biaya apa pun. Pemindahan PKL itu muaranya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan, sehingga mereka tidak dibebani biaya retribusi.
“Harapannya setelah relokasi, di sana pedagang tetap hidup sehingga di sana pun tidak ada retribusi, tidak ada sewa, sementara seperti itu tetapi dinamikanya akan kami bahas lebih lanjut,” katanya seusai menghadiri rapat di Kompleks Kepatihan, Selasa (4/1/2022).
Menurutnya pemerintah telah memikirkan berbagai program agar PKL bisa terus berkembang ketika telah direlokasi. Papan petunjuk informasi keberadaan PKL pun akan disiapkan, agar pengunjung Malioboro bisa singgah berbelanja ke kawasan PKL.
Ia menambahkan sarana prasarana untuk lokasi relokasi PKL di bangunan eks Bioskop Indra terus disiapkan secara bertahap seperti pembenahan jaringan listrik, ketersediaan air, fasilitas Internet hingga manajemen sampah.
Eks Gedung Dinas Pariwisata DIY juga telah selesai dibangun. Ia berharap PKL bisa ikut menata lebih baik lagi. Jika nanti sudah siap, maka para PKL akan segera dipindah.
Baca juga: Relokasi Ribuan PKL Malioboro Ternyata Bakal Dibikin Seperti Orchard Road Singapura
“Rencana [relokasi] memang di Januari ini, tetapi terkait kapan waktunya, belum bisa kami tetapkan apakah pekan pertama atau kedua, tetapi kami target Januari [semua PKL sudah dipindah],” ucapnya.
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menyatakan pemindahan PKL sedang dipersiapkan bersama Pemkot Jogja, targetnya pada Januari 2022 ini relokasi sudah dimulai. Proses itu tentu mengedepankan musyawarah antara pemerintah dengan para PKL.
Sementara itu PKL Malioboro mengaku belum menerima sosialisasi waktu pemindahan lapak. Ketua Koperasi Paguyuban PKL Malioboro Tri Dharma, Rudiarto, berharap lapak pedagang dipindah ke eks Gedung Dinas Pariwisata DIY dan eks Bioskop Indra setelah Lebaran atau Idulfitri 2022.
“Paling tidak memberi kesempatan teman-teman untuk beraktivitas di sana, untuk menutupi keterpurukan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Serta menyiapkan segala sesuatu, mental, dan sebagainya, karena akan menempati hal yang suasananya baru,” kata Rudiarto, Selasa (4/1/2022)
“Tapi ya kami menunggu bagaimana pemerintah.”
Sampai saat ini, Rudiarto menganggap belum semua sarana prasarana di lokasi barung. Selain pembatas antar lapak yang belum dipasang, akses dari sisi timur juga belum dibuka. Pembatas antarlapak dianggap penting lantaran berpotensi menim,bulkan konflik antar pedagang.
Pemerintah juga perlu memastikan semua semua PKL pindah tanpa ada lagi yang berjualan di lorong. Lantaran ini sifatnya bedol desa, sehingga semua harus berjalan serentak.
“Sehingga kami siap melaksanakan kalau semua komponennya siap,” kata Rudiarto. “Selain itu perlu menjadi perhatian utama bagi Pemerintah Kota Jogja dan DIY agar PKL bisa hidup seperti halnya hidup di lorong. Perlu ada kiat-kiat dari pemerintah mengundang wisatawan masuk ke shelter lapak pedagang.”
Anggota Tri Dharma yang berjumlah 920 pedagang akan pindah seluruhnya di selter pedagang eks Dinas Pariwisata DIY. “Semoga tidak mengubah pendapatan di tempat baru. Semoga tidak hanya tampilan Malioboro tapi ekonomi kerakyatannya semakin baik juga, tidak memburuk,” katanya. (lna)

Leave a Reply