Ganjar Minta Masyarakat Kembali Aktifkan ‘Jogo Tonggo’ Hadapi Omicron

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Foto: jatengprov.go.id)

JoSS, BREBES – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta masyarakat kembali mengaktifkan ‘Jogo Tonggo’ menyusul peningkatan kasus Covid-19 yang dipicu oleh merebaknya varian Omicron. Selain itu, kontrol terhadap pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) dan vaksinasi terus diakselerasi.

Seperti diketahui, kasus Covid-19 varian Omicron sedang merebak. Pertumbuhan kasusnya naik dengan cepat dan mulai ditemukan di Indonesia. Di Jawa Tengah tercatat sudah ada sembilan orang terinfeksi varian ini yakni di Kota Semarang, Cilacap, Pekalongan dan Sukoharjo.

Ganjar mengatakan, hingga saat ini perkembangan kasus Covid-19 varian Omicron terus dipantau. Pengambilan sampel dengan whole genome sequencing (WGS) juga terus dilakukan. “Genome sequence tesnya kita lakukan terus menerus,” katanya, di Brebes, Selasa (25/1/2022).

Dilansir dari jatengprov.go.id, Ganjar menuturkan pengambilan sampel dan uji WGS dilakukan untuk memantau perkembangan. Dia meminta masyarakat tidak takut, namun berpegang pada pengalaman kenaikan kasus yang sangat cepat di Eropa.

“Makanya dibutuhkan dari masyarakat, pakai masker ya, taat prokes saja. Insyaallah dari beberapa pengalaman kan lebih bahaya delta saat itu, jadi kita nggak boleh lengah,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Ganjar juga meningkatkan kontrol. Salah satunya mengontrol pelaksanaan PTM yang sedang berjalan. Dia meminta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk mengingatkan Satgas Covid-19 di sekolah.

Baca juga: Waspada, 9 Pasien Positif Omicron Terkonfirmasi di Jateng

Ditambahkan, dari data statistik, keganasan Covid-19 varian Omicron tidak menyamai varian Delta. Ganjar meminta masyarakat melihat varian Omicron ini sebagai peringatan untuk tetap patuh prokes.

“Masyarakat nggak perlu panik. Tapi ini wake up call juga untuk mengingatkan kepada yang lain. Jogo Tonggonya jalan lagi, peringatan untuk pakai masker jalan lagi,” tegasnya.

Ganjar mengatakan, percepatan vaksin juga terus dilakukan. Prioritasnya adalah anak-anak usia 6-11 tahun, para lansia, dan orang dengan komorbid. Dia menegaskan, vaksinasi dilakukan sebagai langkah pencegahan setelah upaya patuh proses dikerjakan.

“Vaksin segera dipercepat, wabil khusus kepada lansia termasuk mereka yang harus di-boosting. Apalagi mereka yang komorbid harus dalam pantauan, karena kita amankan dulu mereka yang kelompok rentan, sehingga kita harapkan ini bisa mencegah,” tandasnya.

Selain itu, Ganjar mendukung langkah pemerintah pusat memperpanjang PPKM hingga 31 Januari 2022. Menurutnya, PPKM menjadi sistem kontrol yang tepat dalam menghadapi sebaran kasus Covid-19 varian Omicron.

“Memang sistem kontrol itu yang paling baik, kita setuju,” kata Ganjar, seusai menyerahkan bantuan RSLH di Brebes, Selasa (25/1/2022).

Gubernur mengatakan, dengan perpanjangan PPKM, masyarakat yang semula merasa dan beranggapan jika Covid-19 sudah landai, akan kembali waspada.

“Seolah-olah ini sudah selesai padahal Omicron ini sedang ramai-ramainya, dan grafiknya mulai meningkat. Maka sebenarnya kendali PPKM memang penting. Maka yang saya katakan ini wake up call agar, hei hei ada loncengnya lho, ini semua siaga lho,” katanya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*