Antisipasi Omicron, Perayaan Tahun Baru Imlek Diselenggarakan Secara Sederhana

Ilustrasi lampion (Foto; akhsadew.com)

JoSS, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengimbau warga setempat untuk tidak menggelar berbagai perayaan Tahun Baru Imlek 2022 guna mencegah meluasnya penyebaran COVID-19 varian Omicron.

Ganjar juga meminta seluruh komponen masyarakat menahan diri terkait dengan perayaan Imlek saat kasus COVID-19 varian Omicron sedang mewabah. “Kemarin saya sudah mendapat laporan di Sam Poo Kong tidak akan membuat perayaan besar, hanya perayaan tertutup saja di antara mereka yang mengelola,” ujarnya, seperti dilansir dari Antara.

Dia berharap apa yang dilakukan pengelola Kelenteng Sam Poo Kong terkait dengan perayaan Imlek secara terbatas itu bisa ditiru oleh yang lainnya. “Imbauan tidak menggelar kegiatan keramaian juga berlaku untuk tempat wisata di Jateng. Mudah-mudahan nanti bisa ditiru, tempat wisata juga,” katanya.

Tahun Baru Imlek tahun ini jatuh pada 1 Februari 2022 dan pemerintah melalui ketetapan surat keputusan bersama (SKB) 3 Menteri Nomor 3 dan 4 Tahun 2021 mengenai penetapan hari libur nasional dan cuti bersama kekinian dinyatakan memang perlu menyesuaikan situasi pandemi COVID-19 di Indonesia.

Sementara itu Kota Solo, Jawa Tengah, akan menyelenggarakan perayaan Imlek tahun ini secara sederhana mengingat pandemi COVID-19 masih mengancam masyarakat.

Ketua Panitia Imlek Bersama 2022 Kota Solo Sumartono Hadinoto di Solo, Rabu, mengatakan jika pada tahun-tahun sebelum pandemi COVID-19 jumlah lampion yang dipasang di kawasan Pasar Gede dan beberapa titik lain mencapai 5.000 lampion, kali ini hanya akan ada 1.000 lampion yang terpasang.

Baca juga: Waspada, 9 Pasien Positif Omicron Terkonfirmasi di Jateng

Ia mengatakan 1.000 lampion tersebut akan dipasang di Halaman Balai Kota Surakarta, Tugu Pemandengan di depan Pasar Gede, dan jembatan Pasar Gede.

Selain itu, akan ada pemasangan lampion shio di beberapa titik, yakni Shio Macan sepanjang lima meter dari kepala hingga ujung ekor dan Shio Dewa Uang yang akan dipasang di depan Balai Kota Surakarta.

“Shio Dewa Uang ini agar rezeki sepanjang Tahun Harimau melimpahi kita semua. Nanti untuk penyalaan lampu lampion akan dikawal ketat dari TNI/Polri dan Satpol PP,” katanya.

Untuk menyederhanakan rangkaian kegiatan yang diselenggarakan selama Imlek tersebut, untuk Grebek Sudiro akan ditiadakan, sedangkan perayaan Cap Go Meh yang biasanya diikuti 1.000 peserta, untuk tahun ini akan dipangkas menjadi 200 peserta.

“Tahun ini di Cap Go Meh hanya ada doa bersama, hiburan, dan barongsai,” katanya.

Selain itu, pawai 10 barongsai naga yang bermain di sepanjang jalan menuju Balai Kota Surakarta dibatalkan.

Hal yang sama juga diterapkan di Semarang. Pasar Imlek Semawis menjadi salah event tahunan yang dinanti saat perayaan Imlek di Kota Semarang, Jawa Tengah. Namun, tahun ini perayaan Imlek di Pasar Semawis ditiadakan.

“Tahun 2022 ini Pasar Imlek Semawis belum bisa diadakan karena pandemi yang belum tuntas,” tulis akun Instagram Dinas Kebudayaan Pariwisata Kota Semarang, @disbudparkotasemarang.

Meski Pasar Imlek ditiadakan, akan ada pemasangan patung shio macan di tugu Jalan Gambiran. Tak hanya pemasangan patung shio macan, akan ada pemasangan seribu lampion oleh Perserikatan Organisasi Tionghoa Indonesia (POR INTI) di kawasan Pecinan tersebut.

“Semoga pemasangan patung shio Macan dan 1000 lampion bisa menjadi pelipur lara dan penambah semangat kita semua menyambut Tahun Baru Imlek 2567,” ucapnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*