Waspada! 4,8 Juta Orang Diperkirakan Masuk Jateng Saat Libur Nataru

Ilustrasi (Foto: sinarjateng.pikiran-rakyat.com)

JoSS, SEMARANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Tengah (Jateng) terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak guna mengantisipasi membeludaknya pendatang pada saat libur Natal dan Tahun Baru. Diperkirakan sekitar 4,8 juta pelaku perjalanan akan masuk ke wilayah Jateng.

Pelaksana Tugas (Plt) Dishub Jateng, Henggar Budi, mengatakan untuk mengantisipasi membeludaknya pendatang yang masuk ke Jateng, pihaknya akan menggelar tes antigen secara acak atau random test di sejumlah lokasi.

“Berdasarkan data dari Balitbang Kemenhub diprediksi ada sekitar 19 juta orang yang melakukan perjalanan saat libur Natal dan Tahun Baru. Dari jumlah sebanyak itu, 24% atau sekitar 4,8 juta orang di antaranya masuk ke Jateng,” ujar Henggar kepada wartawan di Semarang, Senin (6/12/2021).

Henggar mengaku tidak akan melakukan penyekatan di sejumlah titik atau akses masuk ke wilayah Jateng. Meski demikian, pihaknya akan melakukan random test atau tes Covid-19 secara acak dan melakukan pemeriksaan dokumen syarat perjalanan seperti sertifikat vaksin kepada pelaku perjalanan.

Random test akan dilakukan di lokasi perbatasan seperti Sragen, Magelang, dan Brebes. Selain itu random test berupa tes antigen juga akan digelar di sejumlah lokasi seperti terminal tipe A dan tipe B, serta tempat peristirahatan atau rest area.

Baca juga: Libur Nataru, Kebijakan One Gate System Tetap Diberlakukan

“Prediksinya memang ada 4,8 juta pelaku perjalanan yang masuk ke Jateng. Tapi berdasarkan pengalaman tahun lalu, data yang kita peroleh angkanya jauh dari prediksi. Semoga tahun ini sama,” ujar Henggar, seperti dilansir dari liputan6.com.

Henggar mengatakan tahun lalu, jumlah pemudik yang masuk ke wilayah Jateng diprediksi juga mencapai 4,8 juta. Namun data yang diperoleh di lapangan, pelaku perjalanan yang masuk ke Jateng hanya mencapai 1 juta orang.

Kendati demikian, jumlah itu yang terdata di terminal, bandara, maupun pelabuhan atau pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi umum. Sementara, pelaku perjalanan yang menggunakan kendaraan pribadi sulit terpantau.

“Untuk tiga transportasi [bus, kapal, dan pesawat], pemantauannya memang lebih mudah jika dibandingkan kendaraan pribadi,” jelas Henggar.

Henggar pun mengimbau kepada masyarakat untuk mematuhi anjuran pemerintah untuk tidak bepergian saat libur akhir tahun atau libur Nataru. Hal ini dilakukan sebagai upaya menekan lonjakan kasus Covid-19.

“Sudah ada imbauan dari pemerintah untuk tidak liburan saat libur Natal dan Tahun Baru nanti. Jadi tolong tetap di rumah saja,” ujar Henggar. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*