Vaksin Nusantara Jadi Salah Satu Opsi Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga

Ilustrasi (Foto: unicef.org)

JoSS, JAKARTA – Vaksin Nusantara menjadi salah satu opsi yang masuk pertimbangan pemerintah dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga alias booster di Indonesia.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCP-PEN) Airlangga Hartarto menyebut pemerintah telah menyiapkan sejumlah skema pemberian vaksinasi virus corona (Covid-19).

Airlangga menambahkan, skema itu meliputi merek vaksin yang akan digunakan hingga harga vaksin. Ia juga menyatakan salah satu merek vaksin yang akan digunakan dalam program booster adalah vaksin yang dikembangkan BUMN dan Baylor College hingga Vaksin Nusantara.

“Vaksin kerja sama dalam negeri termasuk yang masuk dalam program Merah Putih adalah Unair dan PT Biotis, kemudian Biofarma dan Baylor College, Kalbe Farma-Genexine, dan PT Jakarta Bio Pharmaceutical Industry (JBio)-Zivifax, Anhui, plus vaksin Nusantara,” kata Airlangga dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (20/12/2021).

Airlangga juga menyebutkan saat ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) masih melakukan uji klinik perihal kajian dosis dari beberapa produsen vaksin Covid-19 yang sudah digunakan di Indonesia, seperti Sinovac, AstraZeneca, dan Pfizer.

Ia memastikan pemerintah akan mematangkan seluruh regulasi program vaksinasi booster yang ditargetkan akan dimulai pada 2022 mendatang dengan menyasar kelompok rentan terlebih dahulu seperti lansia di Indonesia. “Vaksin booster akan dilakukan revisi Perpres dan Permenkes, dan pemerintah akan mengupayakan ini secepatnya,” ujar Airlangga.

Baca juga: Kenapa Harus Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga? Ini Alasannya

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan varian Covid-19 Omicron berpotensi besar tetap menjangkit warga yang sudah divaksinasi dua dosis maupun tiga dosis atau booster.

Budi berkaca dari kasus varian Omicron yang terdeteksi di 97 negara, mayoritas negara-negara Eropa. Padahal capaian vaksinasi di negara-negara Eropa sudah tinggi.

“Ada kemungkinan besar beberapa orang yang sudah divaksinasi lengkap maupun booster tetap tertular varian Omicron,” kata Budi dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (20/12).

Budi menyebut terdapat tiga kasus varian Omicron yang terdeteksi di Indonesia saat ini. Mereka yang terinfeksi antara lain petugas kebersihan Wisma Atlet Kemayoran, serta WNI pelaku perjalanan dari Amerika Serikat dan Inggris.

Menurutnya, petugas kebersihan di Wisma Atlet diduga terpapar oleh WNI yang tiba dari Nigeria pada 27 November lalu. Ia memastikan tiga kasus varian Omicron ini penularan dari luar negeri atau imported case. “Alhamdulillah semua kasus terjadi di karantina, bisa kita tangkap di karantina, sampai saat ini belum ada yang menyebar ke luar,” ujarnya, seperti dilansir dari CNNIndonesia. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*