Sebanyak 1.600 WNI Terdampak Banjir Besar Yang Melanda Malaysia

Mobil yang terendam sebagian terlihat di jalan yang terendam banjir di Shah Alam, Malaysia 18 Desember 2021, dalam gambar diam yang diperoleh dari video media sosial (Foto: reuters.com)

JoSS, KUALA LUMPUR – Kedutan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur menyebut 1.600 Warga Negara Indonesia (WNI) kena imbas banjir di Malaysia sejak akhir pekan lalu hingga Senin (20/12/2021). Pahang, Kuala Lumpur dan Selangor menjadi daerah yang paling parah terdampak.

“Yang paling terdampak di daerah Pahang, Kuala Lumpur, Selangor,” ujar Koordinator Pendidikan Sosial Budaya KBRI Kuala Lumpur, Yoshi Iskandar, seperti dilansir dari CNNIndonesia.com, Senin (20/12/2021).

Yoshi mengatakan korban terdampak itu tersebar di berbagai wilayah. Menurutnya, ada wilayah yang paling terdampak banjir tersebut di antaranya Selangor, Kelang, Serimuda, dan daerah Meru. Saat ini, pihaknya juga tengah menyalurkan bantuan untuk para korban terdampak.

Ia juga mengaku proses evakuasi untuk para WNI terus dilakukan. Saat ini, masih belum tercatat jumlah rincian warga Indonesia yang menginap di tempat evakuasi atau pengungsian lantaran beberapa orang sudah kembali ke tempat tinggalnya.

“Beberapa daerah ada yang sudah surut. Sehingga mereka kembali ke tempat tinggal masing,” ujar Yoshi lagi. KBRI juga tetap berkomunikasi dengan para WNI untuk terus mendata kebutuhan dan memantau kondisi mereka.

Menurut laporan dari beberapa media Malaysia, akibat banjir itu lima orang meninggal dan sebanyak 41 ribu warga dievakuasi.

Badan Manajemen Bencana Nasional Malaysia (NADMA) melaporkan banjir itu menerjang tujuh negara bagian. Di antaranya Kelantan, Terengganu, Pahang, Melaka, Negeri Sembilan, Selangor, Perak dan Kuala Lumpur.

Baca juga: Malaysia Akan Batasi Pekerja Asing Maksimal 15 Persen Dari Jumlah Tenaga Kerja

Banjir di negeri jiran itu terjadi akibat curah hujan tinggi sejak Jumat pekan lalu di Semenanjung Malaysia. Begitu parahnya hujan ini, disebut terjadi seratus tahun sekali.

Menteri Kesehatan Malaysia, Khairy Jamaluddin, melaporkan temuan 181 kasus Covid-19 di antara warga yang ditampung di pusat pengungsian banjir. Ia pun mewaspadai lonjakan Covid-19 akibat bencana ini.

“Terhitung hingga pukul 11.00 hari ini, berdasarkan pemeriksaan kami di pusat-pusat penampungan, kami mendeteksi 181 kasus positif Covid-19,” ujar Khairy, sebagaimana dilansir MalayMail, Senin (20/12/2021).

Menurut Khairy, kebanyakan warga yang teridentifikasi Covid-19 itu mengalami gejala atau tak bergejala. Namun, Khairy mengungkap ada total 206 warga lainnya yang kontak erat dengan pasien-pasien Covid-19 itu.

“Jadi, Kemenkes memperkirakan kemungkinan lonjakan kasus Covid-19 karena proses pemindahan pasien dilakukan dengan cara berisiko dan langkah-langkah kesehatan publik tertentu, seperti memakai masker, tidak dapat dilakukan,” tuturnya.

Khairy mengaku dapat memahami situasi sulit di lapangan. Ia lantas menyatakan bahwa prioritas saat ini adalah menyelamatkan sebanyak mungkin korban banjir, sehingga mungkin beberapa protokol kesehatan tak bisa dijalankan dengan baik selama banjir.

Ia memastikan seluruh jajaran petugas di lapangan akan terus memantau para korban banjir dan menyediakan berbagai peralatan kesehatan, seperti masker. Petugas akan langsung mengisolasi korban yang di teridentifikasi positif Covid-19. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*