Rancangan Jembatan Mahasiswa Teknik Sipil UNS Bakal Direalisasikan di Pati

Jembatan karya mahasiswa Teknik Sipil UNS (Foto: uns.ac.id)

JoSS, SOLO – Rancangan jembatan milik Mahasiswa S-1 Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo bakal direalisasikan di Kabupaten Pati. Jembatan bernama Bhima Juwana itu bakal menggantikan jembatan lama yang sudah tua dan rentan ambruk.

Desain yang disodorkan UNS merupakan rancangan jembatan yang keluar sebagai juara I pada Bridge Construction Competition di ajang D’Village 10th Edition. Bridge Construction Competition adalah wadah pengembangan kompetensi calon insinyur teknik sipil di bidang perencanaan jembatan yang kuat dan ekonomis.

Tim Semar Mustaqiim UNS yang merebut juara terdiri dari Dimas Luvi Zuniatama, Faza Bagus Fauzan dan Mario Hendrawan. Perwakilan Semar Mustaqiim, Dimas Luvi Zuniatama, mengatakan Jembatan Bhima Juwana menggunakan kombinasi bentuk jembatan tipe arch dan tipe truss.

Hal ini agar timbul kesan estetik dari jembatan yang didesain mahasiswa UNS Solo itu. Selain itu, tipe Arch-Truss berpengaruh pada pendistribusian beban ke lengkung jembatan.

Tipe ini juga meminimalkan adanya buckling atau kegagalan struktur dalam mempertahankan bentuk asli. Dimas mengatakan jembatan itu rencananya dibangun di Jl Sudirman Sel 1, Bumirejo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati.

Baca juga: Tingkatkan Kemitraan Internasional, UNS Jalin Kerja Sama Dengan Bangor University

“Bentuk arch itu seperti busur, bentuk truss merupakan bentuk geometri segitiga yang saling tersusun. Kedua geometri ini kami gabungkan sehingga jembatan memiliki busur, tapi masih ada kombinasi bentuk segitiga di desain jembatannya,” terang Dimas, belum lama ini, dikutip dari solopos.com.

Desain jembatan kreasi mahasiswa UNS Solo itu telah memperhatikan pemilihan elemen dan pemilihan geometri yang dinilai cocok. Hal ini mengingat kompetisi mengharapkan peserta mendesain jembatan yang kuat tapi efisien.

Tim Semar Mustaqiim juga telah memperhitungkan keamanan jembatan melalui analisis struktur. Mereka menganalisis secara manual pada kondisi tekuk, lentur, geser dan lain-lain. “Kami juga memperkuat kebenaran hitungan dengan pemodelan menggunakan perangkat lunak,” imbuh Dimas.

Dalam pelaksanaannya, metode sliding dipilih dengan mempertimbangkan optimalisasi jembatan. Metode ini dilakukan dengan menggeser jembatan menggunakan roller dan peralatan lain. Metode ini dinilai cocok lantaran tidak membutuhkan bangunan tower crane yang terlalu banyak. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*