Puncak Saka Kulonprogo, Nongkrong Asik Sambil Menikmati Gunung Merapi dan Merbabu

Puncak Saka Kulonprogo (Foto: yotube Dave Fitra Tama)

MENIKMATI pemandangan alam, persawahan yang luas, perbukitan dengan latar belakang Gunung Merapi dan Gunung Merbabu, kini bisa dinikmati di Puncak Saka.

Destinasi wisata alam di Kulonprogo ini berada di dusun Klajoran, kalurahan Tanjungharjo, kapanewon Nanggulan, Kulonprogo. Keindahan alamnya menjadikan destinasi wisata baru ini dijuluki ‘bukit bintangnya’ Kulonprogo.

Pengelola Puncak Saka, Mangun Riadi, mengatakan puncak saka adalah sebuah manifestasi dari keinginannya memiliki tempat tongkrongan dengan harga terjangkau dengan pemandangan alam. Puncak Saka sendiri berlokasi di perbatasan antara kapanewon Nanggulan dan Girimulyo.

“Konsep kita memang tempat tongkrongan dengan pemandangan alam ya. Pengunjung bisa menikmati makanan maupun minuman dengan harga terjangkau dengan pemandangan alam seperti sawah, perbukitan, dan di sebelah utara ada Gunung Merapi dan Merbabu,” kata Riadi, dilansir dari harianjogja.com.

Dari kota Wates, Puncak Saka bisa ditempuh dengan waktu sekitar 20 menit. Lokasinya tak jauh dari selokan Kalibawang. Motor maupun mobil bisa masuk ke tempat nongkrong asik yang menawarkan pemandangan alam yang indah ini.

Baca juga: Desa Wisata Sumberbulu Karanganyar Tawarkan Lima Paket Wisata Berpetualang Alam

“Pembangunan Puncak Saka ini memakan waktu sekitar 11 bulan. Total lahannya sekitar 4.000 meter. Nama Puncak Saka sendiri berasal dari bukit Soko Gelap. Kita jadikan bukit yang tadinya jarang dilalui oleh warga menjadi tempat nongkrong asik,” jelas Riadi.

Dikatakan Riadi, Puncak Saka sendiri menawarkan sejumlah makanan seperti Ingkung, aneka olahan makanan Jawa maupun minuman yang terdiri dari wedang Soka Gelap, jahe, dan lime squash. Harganya sendiri terjangkau ya dari kisaran harga Rp10.000 sampai dengan Rp20.000.

“Pengunjung yang datang ke Puncak Saka sendiri sudah lumayan ya walaupun kami baru buka belum genap satu bulan. Kita terbantu dengan review pengunjung yang datang ke sini. Kita juga punya Instagram @puncaksaka,” sambung Riadi.

Riadi sendiri memberdayakan sumberdaya lokal sebagai karyawannya. Karang taruna setempat juga diberdayakan sebagai pengelola parkir. Total karyawan yang dimiliki oleh Puncak Saka belasan orang.

“Yang bekerja di Puncak Saka sendiri seluruhnya berasal dari warga setempat. Menu-menu yang ada di sini kan berasal dari wilayah setempat. Kita punya ruangan indoor maupun outdoor. Pengunjung tinggal pilih tempat mana yang asyik untuk nongkrong,” ujarnya.

Rindangsari Pujiningtyas, 23, warga dusun Kenteng, kalurahan Kembang, kapanewon Nanggulan, Kulonprogo, mengatakan Puncak Saka sendiri mempunyai pemandangan layaknya bukit bintang yang ada di Gunungkidul. Ia sendiri terinspirasi untuk datang karena melihat postingan di Instagram.

“Saya enggak bosan sih untuk datang kedua kalinya. Saya ke sini sama teman-teman. Pemandangannya juga asik sih. Ini recommended banget buat warga di Kulonprogo maupun warga di luar Kulonprogo. Asik banget sih tempatnya. Harga makanan maupun minumannya juga terjangkau,” terang Rindangsari. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*