Mencari Arti dan Makna GOMBONG

Ilustrasi Benteng Van Der Wijck (Foto: travelnatic.com)
Mas Awo

Apa arti dan makna kata Gombong, sebuah kota kecil – dulu kawedanan, sekarang kecamatan, dan juga kelurahan di Kabupaten Kebumen Jawa Tengah???

Sebagai orang yang lahir dan tumbuh di kota yang pernah menjadi markas Batalyon 406 dan Zeni Tempur dan kini masih menjadi Pusdik Calon Tamtama TNI AD, penasaran juga. Yang kami tahu secara lisan turun temurun, nama Gombong merupakan penyederhanaan dari kata Kyai Giyombong, tokoh yang pejuang yang berjuang memuliakan warga di kawasan antara pegunungan seribu dengan pantai selatan Jawa. Warga percaya legenda itu, apalagi ada tempat yang dikeramatkan di dekat SD Negeri 1 Gombong di Jalan Kartini, atau di 200 meter sebelah utara SMPN 2 Gombong yang konon merupakan makam Kyai Giyombong dan gajah titihannnya.

Dalam cerita lisan tersebut, Kyai Giyombong adalah seorang prajurit Dipoengoro yang melakukan perlawanan total saat warga daerah itu dikenakan kerja paksa oleh Penjajah Belanda. Hasil perjuangannya, rakyat dibebaskan dari kerja paksa, dan Belanda membangun benteng pertahanan yang kini menjadi tempat wisata Benteng Van Der Wijck. Benteng tersebut konon mulai dibangun sekitar tahun 1820 lima tahun sebelum Perang Diponegoro 1825- 1830.

Kalau fonetik koresponden dari Giyombong menjadi Gombong diterima, urusan selesai. Persoalannya, kita kadang suka usil, kok ada nama Giyombong? Kalau Giyono atau Giyarto kita masih memakainya sampai kini. Giyono dimaknai sebagai memiliki semangat, laki-laki, tenang dan memiliki aura. Giyarto dimaknai sebagai menyimpan semangat, pandai menyimpan kekayaan.

Lantas apa makna dan arti Giyombong?

Ketika saya ketik di “Mbah Google” yang muncul justru nama sebuah desa di Kecamatan Bruno Kabupaten Purworejo Jawa Tengah. Desa Giyombong Bruno Purworejo menjadi topik di Jurnal Ilmu Pemerintahan Undip Volume 2 No: 2 Tahun 2013 dalam tulisan Mahasiswa Fisip Undip angkatan 2009 yang diberi judul “POLA KELEMBAGAAN RUMAH TANGGA DALAM MEWUJUDKAN KETAHANAN PANGAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI DESA GIYOMBONG, KECAMATAN BRUNO KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2012”. Di artkel ini, Desa Giyombong yang berada di lereng pegunungan dengan ketinggian sekitar 800 ± 1.300 meter diatas permukaan air laut, dipuji sebagai konunitas yang mampu menjaga kearifan lokal dengan menjadikan Leye (tiwul) sebagai pangan dasar setelah upaya pengembangan tanaman padi di sini gagal dilakukan.

Tentu menjaid tanda tanya baru, apakah Mbah Giyomobong yang menjadi pendiri Kota Gombong juga pernah ada di Bruno Purworejo saat berjuang sebagai pasukannya Pangeran Diponegoro?

Lantas bagaimana dengan makna dan arti Gombong?

Bagi warga Gombong yang merantau, tentu sering mendengar olok-olok “Gede Gombong” untuk menyebut besar tapi tidak ada isinya. Hal yang kurang mengenakkan tentunya.

Ada juga yang bertanya, apa ada hubungan antara Gombong dengan Cigombong – sebuah Kecamatan di Kabupaten Bogor Jawa Barat? Cigombong adalah desa yang terletak di kaki Gunung Salak yang menawarkan pemandangan Gunung Gede Pangrango, Gunung Pancar, dan Bukit Hambalang; yang kemudian dinaikkan statusnya menjadi Kecamatan Cigombong hasil pemekaran dari Kecamatan Cijeruk pada tahun 2006. Cigombong dalam bahasa Sunda berarti lingkungan sungai (air) yang dikelilingi (pohon) bambu besar. Jadi Gombong dalam bahasa Sunda artinya bambu besar.

Tak puas dengan hasil itu, coba dilakukan penelusuran lagi. Setidaknya supaya diperoleh othak-athik gathuk (gimmick) yang mampu membuka apa makna Gombong dalam bahasa Indonesia. Hasilnya, sungguh menarik untuk disimak.

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) versi https://kbbi.lektur.id/ ada 28 arti. Cukup banyak dan cukup beragam. Kita mulai dari arti No 1 sampai 10:  1. Anggun; 2. Antun; 3. Apas; 4. Ayu; 5. Bagus; 6. Baik; 7.Begak; 8. Bongkak; 9. Cakap; 10. Cantik. Ada arti dan makna yang agak asing, namun  sebagian besar arti dan maknanya akrab di telinga, dan membanggakan setidaknya bagi Wong Gombong.

Adapun 18 arti lain dari Gombong menurut KBBI adalah: 11. Cegak; 12. Elegan; 13. Elok; 14. Gelis; 15. Jangak; 16. Janguk; 17. Jelita; 18. Juwita; 19. Kacak; 20. Kirana; 21. Laksmi; 22. Manis; 23. Megah; 24. Mentereng; 25. Merinin; 26. Molek; 27. Rancak; dan yang nomer 28 artinya Rupawan.

Semoga arti dan makna Gombong yang ada di KBBI bisa diwujud-nyatakan dalam bentuk nyata Kota Gombong ke depannya. Semoga, semoga, semoga.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*