Dukung Akses Wisata Nglanggeran dan Breksi, DIY Bangun Akses Jalan Pinggiran Gunungkidul-Sleman

Ilustrasi (Foto: roadtraffic-technology.com)

JoSS, JOGJA – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan membangun jalan di pinggiran Gunungkidul ke Sleman. Jalan sepanjang 9,6 kilometer ini diharapkan dapat mendongkrak perekonomian lokal, sebagai penghubung akses wisata ke Nglanggeran dan Breksi.

Paniradya Pati DIY Aris Eko Nugroho mengatakan Pemda DIY menggelontorkan anggaran lewat dana keistimewaan (danais) senilai Rp173 miliar untuk pembebasan lahan pembangunan jalan di Lemahabang, Prambanan, Sleman.

Jalan ini akan menghubungkan Gading-Ngalang yang berada di Gunungkidul dengan Lemahabang, Prambanan, Sleman.

Aris Eko Nugroho menjelaskan pembebasan lahan untuk jalur Gading-Ngalang-Lemahabang terbagi dalam lima segmen, dan tiga segmen telah selesai secara bertahap.

Selanjutnya, anggaran sekitar Rp190 miliar dipakai untuk membebaskan lahan di segmen keempat yang belum tuntas. Pada 2022, Rp173 miliar dianggarkan untuk menyelesaikan pembebasan lahan di segmen keempat.

Baca juga: Batang Kebut Pembangunan Jembatan Watubangkong Akses Menuju Agrowisata Kebun Teh Pagilaran

“Pembebasan lahan untuk wilayah Gunungkidul sudah selesai, pada 2021 mulai pembebasan lahan di Prambanan, Sleman, angkanya antara Rp190 miliar sampai Rp200 miliar. Nah, pada 2022 dianggarkan lagi pakai danais Rp173 miliar,”  katanya di sela-sela acara penyerahan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Danais di Bangsal Kepatihan, Senin (27/12/2021).

Dilansir dari harianjogja, lahan yang dibebaskan pada 2022 di wilayah Prambanan itu memiliki panjang sekitar 9,6 kilometer. Jalan ini dapat menghubungkan pinggiran Gunungkidul dan Sleman sehingga dapat mendongkrak perekonomian lokal. Jalan ini juga bisa menjadi akses ke beberapa tempat wisata seperti Nglanggeran, Gunungkidul dan Tebing Breksi yang berada di Sleman.

Jika pembebasan lahan segmen keempat belum tuntas, Pemda DIY akan menunggu tim appraisal dari Pemkab Sleman untuk kembali menganggarkan pembebasan lahan menggunakan danais di tahun berikutnya.

“Jika pembebasan lahan sudah selesai, pembangunan jalan bisa segera dikerjakan. Jalannya akan dibangun oleh Pemerintah Pusat. Ini berbeda dengan jalan di segmen Gunungkidul [1 dan 2] yang dibangun Pemda DIY,” kata dia.

Danais juga dipakai untuk pembebasan lahan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di segmen Kelok 18. Anggaran pembebasan tahun depan sebesar Rp47 miliar. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*