Sara Duterte, Putri Presiden Filipina Calonkan Diri Jadi Cawapres Dampingi Ferdinan Marcos Junior

Sara Duterte-Carpio (Foto: asia.nikkei.com/reuters)

JoSS, MANILA –  Sara Duterte-Carpio (43) yang merupakan putri dari Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, secara mengejutkan setuju untuk menjadi calon wakil presiden (cawapres) mendampingi calon presiden (capres) Ferdinand Marcos Junior dalam pemilihan presiden (pilpres) yang digelar tahun depan.

Hal ini mengonfirmasi spekulasi berminggu-minggu soal aliansi antara dua keluarga berpengaruh di Filipina tersebut. Demikian seperti dilansir Reuters, Rabu (17/11/2021).

Di Filipina, Presiden dan Wakil Presiden dipilih secara terpisah. Adapun Pilpres Filipina dijadwalkan akan digelar Mei tahun depan.

Sara Duterte-Carpio (43) mengumumkan niatnya untuk maju cawapres bersama Marcos Jr melalui pesan video, pekan ini.

“Partai saya beraliansi dengan dan meminta dukungan untuk Bongbong Marcos dan untuk saya setelah saya menerima tantangan dan panggilan Anda,” ucap Duterte-Carpio kepada para pendukungnya, merujuk pada nama panggilan Marcos Jr (64).

Juru bicara Duterte-Carpio, Christina Garcia-Frasco, secara terpisah mengonfirmasi keputusan maju cawapres itu kepada Reuters. Namun juru bicara Marcos Jr belum memberikan komentarnya.

Baca juga: Mantan Petinju Manny Pacquiao Resmi Mendaftar Calon Presiden Filipina

Marcos Jr yang merupakan putra dari mendiang diktator Ferdinand Marcos yang digulingkan dalam pemberontakan tahun 1986 silam, sebelumnya mengakui ingin Duterte-Carpio — yang berasal dari partai berbeda yang dikuasai oleh keluarga politik berpengaruh — sebagai pendampingnya dalam pilpres.

Para pengamat menyebut bahwa aliansi kedua tokoh berpengaruh Filipina ini dinilai akan tangguh dan menguntungkan kedua belah pihak. Marcos Jr dinilai akan bisa memanfaatkan basis dukungan besar Duterte di wilayah selatan Filipina, dan Duterte-Carpio akan diuntungkan oleh dominasi dinasti Marcos selama bertahun-tahun di wilayah utara negara itu.

“Saya tahu bahwa pertempuran ini panjang dan sulit, tapi saya yakin Anda akan bergabung dan membantu saya hingga akhir, hingga kita memenangkan ini untuk negara tercinta kita,” ucap Duterte-Carpio, yang kini menjabat Wali Kota Davo.

“Jika bukan karena limpahan dukungan Anda, saya sudah keluar dari pencalonan ini,” imbuhnya.

Para pakar menyebut sosok Marcos Jr muncul sebagai kandidat unggulan usai keputusan Duterte-Carpio untuk tidak maju capres, meskipun dia memimpin dalam sejumlah jajak pendapat untuk capres Filipina sepanjang tahun ini.

Sosok Marcos Jr dan Duterte-Carpio sama-sama populer di Fiipina, dengan para pengamat politik menilai bahwa kombinasi Marcos Jr dan Duterte-Carpio akan menjadi tim yang harus dikalahkan dalam pilpres tahun depan untuk menggantikan Duterte, yang dilarang oleh Konstitusi untuk mencalonkan diri kembali. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*