JoSS, JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut Pelindo langsung masuk menjadi operator peti kemas terbesar ke-8 di dunia setelah dilakukan merger bersama 4 perusahaan.
Sebagaimana diketahui, merger Pelindo secara resmi telah terlaksana pada Jumat (1/10/2021), dengan ditandatanganinya akta penggabungan empat BUMN layanan jasa pelabuhan, yaitu Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia I, Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia III, dan Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia IV.
Ketiga BUMN tersebut melebur ke dalam Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia II yang menjadi surviving entity.
“Ini sebagai lokomotif pengembangan Pelindo untuk lebih kompetitif dan menjadi perusahaan global,” kata Erick dalam keterangannya, Minggu (3/10/2021).
Menurutnya, alasan penggabungan atau merger PT Pelabuhan Indonesia II yakni saat ini biaya logistik di Indonesia masih lebih tinggi dibanding negara lain, yakni 24 persen, dibanding negara lain yang hanya 11 persen.
“Tentu kita harap dengan merger ini terjadi efisiensi dan penurunan biaya logistik. Memang tidak mudah, tapi harus kita upayakan terus,” kata Erick.
Dia melanjutkan, penurunan tarif logistik memang tidak mudah, tetapi, harus dibayangkan terus. Apalagi, menurutnya sinar dari penurunan logistik sudah mulai terlihat.
Baca juga: Meterai Elektronik Resmi Diberlakukan di 5 BUMN, Begini Cara Menggunakannya
“Apalagi kalau kita lihat sinarnya sudah mulai kelihatan. Selama ini kita tertutup mata kita, pelabuhan peti kemas kita punya potensi luar biasa,” ucapnya.
Adapun daftar direksi dan komisaris Pelindo hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar setelah resmi merger, telah disetujui.
Dalam jajaran dewan komisaris dan direksi baru ini, Arif Suhartono menjadi Direktur Utama Pelindo. Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan penggabungan ini dilakukan untuk membuat industri kepelabuhanan nasional yang lebih kuat, dan meningkatkan konektivitas maritim di seluruh Indonesia, serta meningkatkan kinerja dan daya saing BUMN di bidang kepelabuhanan.
Penggabungan akan dapat memaksimalkan sinergi dan penciptaan nilai tambah. Salah satunya, terbuka peluang perusahaan untuk go global. Integrasi ini menempatkan Pelindo menjadi operator terminal peti kemas terbesar ke-8 di dunia.
“Alhamdulillah, penggabungan empat BUMN pelabuhan, berintegrasi menjadi satu Pelindo sudah mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan, dan PP dari Presiden Joko Widodo dalam juga sudah disahkan,” ujarnya, Jumat (1/10/2021).
Berikut daftar Dewan Komisaris dan Direksi PT Pelindo yang baru hasil RUPS usai merger.
Dewan Komisaris Pelindo
Komisaris Independen (Plt Komisaris Utama): Marsetio
Komisaris Independen: Irma Suryani Chaniago
Komisaris Independen: Heru Sukanto
Komisaris: Antonius Ranier Haryanto
Komisaris: R. Agus H. Purnomo
Komisaris: Didi Sumedi Komisaris: Sudung Situmorang
Adapun susunan Dewan Direksi Pelindo:
Direktur Utama: Arif Suhartono Wakil
Direktur Utama: Hambra
Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko: Mega Satria
Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum: Ihsanuddin Usman
Direktur Strategi: Prasetyo
Direktur Investasi: Boy Robyanto
Direktur Pengelola: Putut Sri Muljanto (lna)

Leave a Reply