
JoSS, SEMARANG – Sejumlah kota besar di Indonesia hari ini akan mengalami fenomena Hari Tanpa Bayangan di Indonesia. Di antaranya, Bandung, Semarang dan Surabaya. Hari tanpa bayangan atau kulminasi adalah fenomena ketika Matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa fnomena langit tanpa bayangan berlangsung dua kali setahun di Indonesia. Pertama, sudah terjadi sejak akhir Februari hingga awal April 2021. Untuk kali ini maka fenomena tersebut dinamai sebagai Kulminasi Utama 2.
“Saat deklinasi Matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai Kulminasi Utama. Pada saat itu, Matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit. Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat “menghilang”, karena bertumpuk dengan benda itu sendiri,” tulis BMKG melalui akun Instagram resmi mereka, belum lama ini.
Fenomena alam ini terjadi ketika posisi matahari berada tegak lurus 90 derajat saat lewat di atas Indonesia. Biasanya, Matahari tidak pernah benar-benar tegak lurus karena faktor rotasi Bumi.
Baca juga: Fenomena La Nina, BMKG Ingatkan Wilayah Jateng Rawan Banjir dan Longsor
Saat Hari Tanpa Bayangan, tidak ada bayangan yang terbentuk dari benda tegak tak berongga di tengah hari. Hal itu disampaikan peneliti Pusat Sains dan Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Andi Pangerang, dikutip dari situs LAPAN.
Hari ini, Senin (11/10/2021) giliran Bandung, Semarang, Surabaya dan beberapa kota lain yang akan kebagian Hari Tanpa Bayangan.
Untuk daerah Bandung, fenomena Hari Tanpa Bayangan terjadi pukul 11.36.19 WIB. Untuk Semarang, pukul 11.25.04 WIB dan Surabaya pukul 11.15.44 WIB.
Hari Tanpa Bayangan ini dapat diamati dengan cara yang sederhana. Caranya, adalah meletakkan benda tegak atau mengamati benda tegak lurus seperti tiang bendera, botol air mineral, tiang net voli atau bulutangkis.
Peneliti Pusat Sains Antariksa LAPAN, Andi Pangerang, menjelaskan agar masyarakat dapat menyaksikan fenomena hari tanpa bayangan di sejumlah wilayah, disarankan untuk melakukan beberapa langkah sebagai berikut:
1. Siapkan benda tegak seperti tongkat, spidol atau benda lain yang dapat berposisi tegak berdiri.
2. Letakkan di permukaan yang rata.
3. Amati bayangan pada jadwal yang sudah ditentukan.
4. Jika sudah, masyarakat dapat mengabadikan fenomena itu menggunakan penangkap gambar seperti kamera, sebagai bukti kalau pada momentum itu bayangan pada benda peraga benar-benar tidak ada. (lna)

Leave a Reply