JoSS, SOLO – Pemerintah Kota Surakarta mulai membuka seluruh objek wisata menyusul pelonggaran pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level dua. Masyarakat diminta tetap mentaati protokol kesehatan dan tidak lengah.
Ketua Pelaksana Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Surakarta Ahyani di Solo, Selasa mengatakan objek wisata yang dibuka mulai dari gedung-gedung museum hingga tempat wisata terbuka. “Harus pakai aplikasi Peduli Lindungi, namun akses ‘barcode’ masih sulit, jika terkendala bisa pakai sertifikasi vaksin,” katanya.
Ia mengakui mengacu pada PPKM level dua ada banyak pelonggaran yang dilakukan.”Namun kami tetap batasi agar terkendali, sampai akhir tahun dikendalikan,” katanya. Sementara itu, dikatakannya, untuk pembatasan usia pengunjung masih dibatasi, yakni pengunjung harus di atas usia 12 tahun.
“Kalau untuk wahana permainan di mal masih tutup, kecuali sekolah karena kan di sana protokolnya ketat. Belajar dari PTM ini mulai disiplin, jadi nantinya harus juga disiplin kalau di luar,” katanya.
Wali Kota Gibran Rakabuming Raka mengatakan idealnya seluruh ruang publik dilengkapi dengan aplikasi peduli lindungi. “Meski begitu yang paling penting adalah implementasinya. Itu ‘nggak’ gampang, harus bertahap,” katanya, seperti dilansir dari Antara.
Sementara itu, pada SE Wali Kota Surakarta Nomor 067/3272 tentang PPKM Level 2 Covid -19 di Kota Surakarta mengatur bahwa fasilitas umum seperti area publik, taman umum, tempat wisata umum, museum, tempat hiburan, dan area publik diizinkan buka dengan kapasitas maksimum 25 persen dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Baca juga: Solo Great Sale Tawarkan Diskon Hingga 50%
Kapolresta Surakarta Kombes Pol. Ade Safri Simanjutak meminta masyarakat setempat jangan lengah dan tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) meski level PPKM turun dari tiga ke dua.
“Kami tetap melaksanakan sosialisasi ingatkan masyarakat tetap menjaga prokes guna mencegah meningkatnya penyebaran Covid -19 di Solo,” kata Kapolres, saat menghadiri acara HUT Ke-76 TNI di Makorem 074/Warastratama Surakarta, Selasa (5/10/2021)
Kapolresta mengatakan bahwa pihaknya akan berupaya mempertahankan supaya angka kasus Covid -19 di wilayah hukumnya tidak kembali naik. Upaya sosialisasi prokes Covid -19 yang dilakukan, dinilai lebih efektif untuk tekan penyebaran virus corona pada masa pandemi.
Kombes Pol. Ade Safri Simanjutak berharap masyarakat senantiasa menjaga kebersihan, baik di rumah maupun di lingkungan masyarakat masing-masing.
Selain itu, pihaknya juga terus menjalin kerja sama dengan instansi lain, baik TNI maupun pemkot setempat dalam penanganan Covid -19 sehingga pencegahan dapat lebih optimal.
Ade Safri Simanjutak mengatakan bahwa pihaknya melakukan patroli secara rutin supaya tidak terjadi adanya kerumunan yang berpotensi penularan Covid -19, terutama pada malam hari.
Ia berharap upaya pencegahan dengan sosialisasi prokes tersebut mampu menjaga angka kasus COVID-19 tidak kembali meningkat.
“Kelonggaran PPKM di Kota Solo, mampu bertahan di level 2, bisa turun ke level 1, kemudian hilang dari wilayah ini,” kata Kapolrestas.
Data di Dinas Kesehatan Kota Surakarta menyebutkan angka penambahan kasus Covid -19 harian di Solo hingga Senin (4/10) tercatat tiga kasus. Dengan demikian, kasus aktif ada 57 kasus yang terdiri atas isolasi mandiri 46 orang dan dirawat di rumah sakit 11 orang, dan angka kematian karena Covid -19 nihil.
Capaian vaksinasi di daerah ini hingga Senin (4/10) untuk dosis satu sebanyak 502.964 sasaran atau sekitar 120 persen dan dosis kedua 344.663 sasaran atau 82,6 persen dari total target 417.151 sasaran. (lna)

Leave a Reply