Pasar Bulu Semarang Jadi Pasar Tradisional Digital dan Ruang Aktivitas Ekonomi Kreatif

Pasar Bulu Semarang (Foto: facebook)

JoSS, SEMARANG – Pasar Bulu Semarang diresmikan sebagai pasar tradisional digital yang mulai mengaplikasikan pembayaran non-tunai, serta memenuhi kebutuhan masyarakat melalui belanja secara daring. Pasar yang berlokasi di pusat Kota Semarang ini juga disiapkan sebagai ruang aktivitas ekonomi kreatif.

Wali Wali Kota Semarang Hevearita G.Rahayu di Semarang, Kamis, mengatakan, digitalisasi merupakan bagian dari upaya untuk memudahkan masyarakat dalam berbelanja di masa pandemi COVID-19. Melalui pembayaran non-tunai, kata dia, akan lebih memudahkan dan mempercepat proses transaksi.

Selain itu dengan digitalisasi ini, lanjut dia, pembeli juga akan dimudahkan dengan berbelanja tanpa datang langsung ke pasar, sehingga mengurangi terjadinya kerumunan.

“Pedagangnya tidak kehilangan pembeli, pembelinya bisa enak belanja tanpa harus datang langsung,” katanya, seperti dilansir dari Antara.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah Pribadi Santoso mengatakan digitalisasi merupakan jawaban bagi pasar tradisional di masa pandemi. “Pasar tetap bisa berkegiatan. Pasarnya tetap hidup, pedagangnya tetap berjualan,” katanya.

Selain itu, menurut dia, para pembeli bisa memanfaatkan aplikasi Pasar.id untuk berbelanja tanpa harus datang langsung ke pasar. Ke depan, lanjut dia, replikasi digitalisasi pasar tradisional harus tersebar ke seluruh pasar.

Tugas lain yang masih harus dilakukan, kata dia, menyiapkan pola pikir para penjual dan pembeli untuk menerima digitalisasi ini.

Baca juga: Kelurahan Dadapsari Semarang Bakal Jadi Kawasan Wisata Heritage Kampung Melayu

Sebelumnya, Pemerintah Kota Semarang mulai menyiapkan Pasar Bulu yang berlokasi di pusat ibu kota Jawa Tengah tersebut sebagai ruang aktivitas ekonomi kreatif.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dalam siaran pers di Semarang, Rabu, mengatakan nama Bulu Creative Market akan menjadi bagian dari cap baru untuk pasar yang berlokasi di kawasan Tugu Muda Semarang itu.

Ia menjelaskan Dinas Tata Ruang mulai melakukan pekerjaan fisik untuk tempat yang akan digunakan oleh para pelaku ekonomi kreatif nantinya. Ruang bagi pelaku ekonomi kreatif itu akan menempati lantai 3 bagian barat Pasar Bulu.

Ia juga mengharapkan keterlibatan Komite Ekonomi Kreatif Semarang. “Integritas demokrasi tidak bisa terwujud kalau hanya dibebankan pada penyelenggara Pemilu ,” katanya.

Menurut dia, keberadaan pasar bagi pelaku ekonomi kreatif ini juga menjadi bagian dari upaya membangkitkan perekonomian di tengah pandemi. Pada tahap awal, akan ada 30 pelaku ekonomi kreatif yang akan menempati Pasar Bulu.

Para pelaku ekonomi kreatif tersebut akan dikurasi terlebih dahulu oleh Komite Ekonomi Kreatif Kota Semarang. Bulu Creative Market bersama aktivitas perdagangan di pasar tradisionalnya, kata dia, diharapkan berkontribusi terhadap gerak perekonomian Kota Semarang. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*